Bulan Ramadhan adalah Bulan Perjuangan

-

Bulan Ramadhan adalah Bulan Perjuangan

Ringkasan Khutbah Jum’at

Khatib: Ustadz Choirul Anas, Lc

Masjid Pendidikan Insantama, 1 April 2022

Ramadhan adalah bulan istimewa dan diistimewakan, bagaimana tidak, tidurnya orang yang bepuasa di bulan ini telah dicatat sebagai ibadah.  Namun janganlah hal ini membuat kita menjadi terlena sehingga kita menafsirkan bahwa cukuplah kita dengan banyak tidur maka kita sudah menjalankan ibadah.

Rasulullah SAW telah memberikan contoh kepada kita bahwa di bulan Ramadhan beliau banyak mengisi dengan berjuang dan berjihad.  Kita tahu Perang Badar, yang merupakan perperangan pertama kaum mukmin dengan kafir Mekkah adalah terjadi di siang Ramadhan.

Enam tahun kemudian, bagaimana Rasulullah SAW memobilisasi pasukan dari Madinah menuju Mekkah, yang terkenal dengan peristiwa Fathul Makkah.  Dimana pada peristiwa itulah moment manusia berbondong-bondong memasuki Islam, moment ditaklukkannya pula entitas kekuasaan yang selama ini menjadi penghalang dakwah Rasulullah dengan menyerahnya penguasa Kafir Quraisy dan kemudian tunduk terhadap Islam.  Ini juga terjadi pada bulan Ramadhan.

Pun demikian dengan para sahabat Nabi dan pahlawan-pahlawan Islam lainnya, juga bergiat dengan berbagai peperangan yang dilakukan di bulan Ramadhan meskipun dalam keadaan berpuasa.  Menyerahnya Sang Adidaya Persia Kaisar Sasaniyah pada perang Qadisiyah terjadi tahun ke 15 H.  Peperangan yang menghabiskan waktu lebih dari dua puluh tahun dan akhirnya dimenangkan oleh kaum muslim di bulan Ramadhan.

Kaum muslimin berhasil manaklukkan daratan Eropa pada tahun 53 H juga di bulan Ramadhan. Kemudian pada tahun 92 H Panglima Thariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia juga saat Ramadhan. Saifudin Qutuz mengalahkan pasukan buas Mongol dalam Perang Ain Jalut juga pada Ramadhan.

Ini menunjukkan bahwa tradisi perjuangan para pendahulu Islam banyak terjadi di bulan Ramadhan. Bertepatan dengan itu, kali ini adalah Ramadhan pertama kita setelah dalam 2 tahun pandemi kita banyak menghabiskan hari-hari Ramadhan kita di rumah.  Maka tengoklah semangat Rasulullah, para sahabat dan pahlawan-pahlawan Islam yang mereka bergiat mengisi Ramadhan dengan amalan-amalan ibadah terbaik.

Tentu ini tidaklah serta-merta kita harus berperang/jihad.  Karena jihad itu ada medannya.  Namun, khatib ingin meyebarkan semangat Ramadhan ini di dalam ibadah yang saat ini bisa kita optimalkan.  Bagi pelajar, tentu dengan keluarnya Antum dalam rangka menuntut ilmu juga merupakan bagian dari semangat jihad di jalan Allah.

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ اْلعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia ada di jalan Alloh hingga ia kembali

Maka bersemangatlah wahai para pelajar, maksimalkan Ramadhan ini dengan terus mengkaji dan belajar.  Janganlah kita berpikir untuk pulang sebelum pada saatnya nanti waktu berlibur itu ada.

Konsistensi ibadah kita, terutama di bulan Ramadhan, bisa kita pertahankan salah satunya dengan keluar dari rumah untuk menuntut ilmu. Sebagaimana yang dikatakan dalam syair:

Berpergilah engkau, belajarlah engkau dalam mencari kemuliaan…

Karena kemuliaan itu bisa jadi tidak kita dapatkan di rumah dan kampung kita. Karena rumah kita terlalu nyaman, atau lingkungan kita tidak mendukung, maka insya Allah pesantren dan boarding adalah upaya dalam mencari tempat terbaik untuk mendapatkan kemuliaan dengan menggali ilmu dan menata amalan kita.

Inilah dua keadaan yang akan meningkatkan kualitas amal kita, yaitu menuntut ilmu yang dilakukan di bulan Ramadhan.