Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Sehari Mendampingi, Jadi Mengerti

Tak sampai setengah hari, para orang tua itu sudah kehabisan napas, Rabu (17/12/2025) di SDIT Insantama Bogor. “Masyaallah… baru segini saja sudah ngos-ngosan,” ujar seorang bunda sambil tertawa kecil. Di hadapannya, anak-anak masih berlari penuh energi.

Kelelahan itu bukan tanpa sebab. Sejak pagi, mereka tak sekadar menyaksikan, tetapi terlibat penuh dalam dinamika kelas dalam kegiatan SBUA (Sehari Bersama Umi Abi): Wonderplay Day: Let’s Create, Let’s Play.

Melalui program ini, para orang tua mengambil peran sebagai PAK (Pendamping Anak Kelas). Mereka tidak lagi menunggu di gerbang atau mendengar cerita sepulang sekolah, melainkan memimpin langsung proses belajar.

Mengajar Sehari

“Abi, aku duduk di sini ya?” ujar seorang siswa.

“Boleh. Kita mulai ya?” ujar ayahnya yang berperan menjadi guru di kelas itu.

Kalimat sederhana itu menjadi penanda dimulainya peran baru pagi itu. Guru sengaja memberi ruang.

“Bu Guru jangan lihat-lihat dulu ya, nanti saya grogi,” canda seorang ayah, disambut gelak tawa siswa. Guru pun melangkah ke luar kelas, membiarkan para PAK memimpin sepenuhnya.

Di sudut ruangan, seorang bunda membimbing pembuatan boneka wayang berseragam Insantama. “Lemnya sedikit saja, nanti lengket semua,” ujarnya sambil merapikan tangan kecil yang terlalu bersemangat.

Di meja lain, kelompok siswa bersorak, “Yess! Selesai!” “Coba dicek lagi, sudah rapi belum?” kata abi yang mendampingi, memastikan detail tak terlewat.

Permainan memasukkan gelang ke dalam botol membuat suasana makin riuh. Ada yang melonjak kegirangan, ada yang hampir menangis karena gagal. Pelukan dan kalimat penyemangat cepat hadir.

“Enggak apa-apa. Coba lagi. Abi yakin kamu bisa.”

Kegiatan berlanjut di luar kelas. Kehadiran Olaf, boneka salju yang diperankan salah satu ayah siswa, langsung dikerubungi anak-anak. “Olaf datang!” teriak mereka bersamaan.

Lomba halang rintang di ruang makan memancing dukungan tak kalah meriah. Orang tua bersorak, anak-anak berlari, dan energi memenuhi ruangan.

Menjelang siang, barulah terasa betapa padatnya dinamika kelas. Mengatur fokus, menenangkan yang kecewa, menyemangati yang ragu, sekaligus menjaga ritme kegiatan tetap terarah bukan perkara ringan.

“Bapak ibu guru luar biasa ya, setiap hari seperti ini,” ujar seorang bunda lirih.

Puncak kegiatan berlangsung di auditorium melalui penampilan tari Saman dari kakak kelas SMA dan pertunjukan pantomim edukatif tentang kedisiplinan. Anak-anak duduk lebih tenang. Namun semangatnya belum surut.

Di akhir kegiatan, para PAK mengantar ananda kembali ke kelas.

Sehari mendampingi memang singkat. Namun cukup untuk membuat orang tua benar-benar mengerti.[] Siti Sobiah

Baca lainnya

Sehari Mendampingi, Jadi Mengerti

Tak sampai setengah hari, para orang tua itu sudah kehabisan napas, Rabu (17/12/2025) di SDIT Insantama Bogor. “Masyaallah… baru segini saja sudah ngos-ngosan,” ujar seorang…