Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Menemukan Dunia Tak Kasat Mata di Laboratorium IPB

“Ibu, itu hewan apa? Lucu sekali,” seru Raihan Tsaqif Giovan Sandy (kelas 4E) dengan mata berbinar sambil terus mengamati melalui mikroskop. Tangannya tak lepas dari alat yang menjadi jendela kecil menuju dunia yang tak terlihat oleh mata biasa.

Rasa penasaran itu sudah mulai tumbuh sejak rombongan siswa Saintis tiba di Laboratorium Biomikro MSP FPIK IPB, Jumat (22/05/2026) pagi. Begitu memasuki ruang laboratorium, mereka langsung disambut meja-meja praktik dan berbagai alat yang membuat perhatian anak-anak seketika tertuju pada setiap sudut ruangan.

Di ruang itu, dunia air yang selama ini hanya mereka dengar dalam cerita kini hadir begitu dekat. Melalui penjelasan para narasumber, siswa dikenalkan pada plankton, bentos, dan tumbuhan air, serta bagaimana makhluk-makhluk kecil tersebut justru memegang peran besar dalam kehidupan perairan. Cara penyampaian yang ringan membuat anak-anak mudah mengikuti, bahkan tak sedikit yang langsung mengangkat tangan untuk bertanya.

“Mulutnya bintang laut di mana, Kak?” tanya Qemal Adlan Supriyanto (kelas 4E) dengan penuh rasa ingin tahu. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir, seiring rasa takjub yang perlahan tumbuh ketika mereka melihat langsung bentuk-bentuk organisme air di bawah mikroskop.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan sistem pos meja yang dibimbing mahasiswa dan Agrianita FPIK (istri-istri dosen dan tenaga pendidik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University). Ada enam meja yang dikunjungi secara bergiliran, masing-masing menyajikan pengalaman berbeda, seolah anak-anak sedang berpindah dari satu “dunia kecil” ke dunia kecil lainnya.

Di salah satu meja, rasa ragu berubah menjadi penasaran ketika anak-anak mencicipi tumis akar lotus. “Rasanya enak, kayak sayur crunchy!” ujar Muhammad Brilliano Ryundra (kelas 4B) sambil tertawa. Di meja lain, mereka bergantian mengintip mikroskop, menyaksikan plankton dan bentos yang sebelumnya hanya mereka kenal dari buku.

Keseruan juga terasa di meja tumbuhan air dan hidroponik. Anak-anak belajar bahwa tanaman bisa tumbuh tanpa tanah, namun tetap hidup dan subur. Dari sana, muncul banyak cerita kecil tentang keinginan mencoba menanam sendiri di rumah.

Tak terasa, rangkaian kegiatan mencapai puncaknya dengan penyerahan plakat dan pembagian puding plankton sebagai penutup. Namun banyak siswa masih enggan beranjak, seolah masih ingin menatap lebih lama dunia yang baru saja mereka temukan.

Kegiatan Saintis di IPB ini pun meninggalkan kesan sederhana namun kuat: bahwa di balik air yang tampak biasa, ada dunia lain yang hidup—dan menunggu untuk ditemukan.[] Ade Willy Surtinih

 

Baca lainnya

Menemukan Dunia Tak Kasat Mata di Laboratorium IPB

“Ibu, itu hewan apa? Lucu sekali,” seru Raihan Tsaqif Giovan Sandy (kelas 4E) dengan mata berbinar sambil terus mengamati melalui mikroskop. Tangannya tak lepas dari…