Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

SIT Insantama Leuwiliang: Leuwiliang Membentang, Calon Pemimpin Ansharullah Datang

Bumi masih gelap. Namun sudah ada sedikit sinar matahari kuning ikut mewarnai. Goresan Sang Maha Pencipta yang sangat indah itu mengiringi semangat tiga bocah yang menapakkan kakinya menuju sekolah di salah satu ufuk Indonesia.

Dengan wajah tersenyum, Alia (kelas 8), Khurin (kelas 4) dan Abdurrahman (Kelas 2) melambaikan tangan kepada Ayah mereka yang mengantarkan ke sekolah impiannya menjadi Para Juara. Sementara Ayah melanjutkan langkah menuju kantornya. Tiga bocah yang shalih-shalihah ini mulai asyik dengan kegiatan sekolah yang lokasinya berada di salah satu ufuk bumi, kota kecil kecamatan di Kabupaten Bogor.

Tiga kakak beradik di SDIT Insantama Leuwiliang itu bergabung dengan kakak perempuannya Kayyisa yang sudah Kelas 8 SMPIT Insantama Leuwiliang yang tinggal di asrama Islamic Boarding School (IBS)-nya. Kayyisa, Alia dan Khurin sudah lulus tahsin dan masuk kelas tahfizh Al- Qur’an pada usia yang masih belia. Bahkan Khurin sudah lulus tahsin Al-Qur’an dan masuk kelas Tahfizh sejak Kelas 2.

Setiap pagi, guru-guru mereka menyambut di halaman depan sekolah. Uluran tangan dan sedikit tegur sapa para guru, menambah nyaman mereka melangkahkan kaki masuk sekolah. Tak lama kemudian, Abdurrahman pun memasukkan tas besar berwarna hitam miliknya di rak tas kelasnya. Ia bersama teman-teman kelas dan sekolahnya mengambil wudhu, lalu duduk rapih berbaris siap-siap mengerjakan shalat Dhuha berjamaah. Dilanjutkan belajar tahsin atau tahfizh Al-Qur’an.

Ada 23 rombongan belajar (rombel) dengan total siswa-siswi sebanyak 659 anak yang menjadi amanah sekolah ini pada Tahun Pembelajaran 2025/2026.

Pembelajaran yang Menyenangkan

Kegiatan pembelajaran di kelas dan di luar kelas di sekolah yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini sangat menyenangkan bagi peserta didik.

“Saya mendidik peserta didik dengan banyak melibatkan peserta didik dalam pembelajaran. Mengaitkannya dengan kejadian kegiatan sehari hari mereka,” kata E Pipih Hafizoh, Guru dan Penanggung Jawab (PJ) Kelas 3 SDIT Insantama Leuwiliang.

Sedangkan Guru Kelas 6 Muhammad Gunawan, menyatakan dirinya berusaha mendidik dengan pendekatan personal, memahami karakter masing-masing anak, memberi teladan langsung, serta menanamkan nilai islami dalam setiap pelajaran.

Guru Kelas 6 lainnya, Nur Adhadinia mengaku fokusnya mengajarkan dan mendampingi anak didik untuk mendapatkan pendidikan sains, tsaqafah Islam, nilai-nilai Islam dan menanamkan bi’ah shalihah (kebiasaan baik).

Seperti Bumi yang Luas dan Nyaman

Beragam life skill (keterampilan hidup) dan visiting (kunjungan) diajarkan di sekolah ini. Menurut Kepala Sekolah SDIT Insantama Leuwiliang Ade Mahfudin, dalam pendidikan kecakapan hidup, kegiatan visiting, dan pembinaan kesiswaan lainnya, siswa diarahkan untuk belajar dan praktik langsung, melatih kreativitas serta pemecahan masalah, sekaligus membangun kecakapan sosial melalui kerja sama tim dan kepemimpinan, baik di kelas maupun dalam berbagai kegiatan kesiswaan.

Bahkan ada banyak kegiatan kesiswaan lainnya serta pilihan ekstrakurikuler di sekolah SDIT Insantama Leuwiliang, meski sekolah ini hanya berada di kota kecamatan. Tepatnya di Kompleks Perumahan Amanah Asri, Leuwiliang Kabupaten Bogor, tidak jauh dari RSUD Leuwiliang, Kantor Kecamatan dan Terminal Leuwiliang.

Di antaranya adalah Hari Kreativitas Siswa (HKS) yang diselenggarakan pada setiap semester. Anak-anak berlomba secara pribadi dan tim. Mereka dilatih sportivitas, keahlian dan keterampilan, mental juara, siap kalah, dan membangun tim yang solid dalam berjuang menjadi Para Juara.

Ada saatnya sekolah ini berubah menjadi pasar. Tiba tiba, ada banyak bahkan banyak sekali anak yang berjualan dan anak yang lainnya menjadi pembeli. Hari seperti ini disebut Hari Pasar Insantama dengan nama kegiatan Insantama Market Day (IMD). Seru, ramai dan gembira.

Mereka juga dibina untuk menjadi pemimpin. Leadership for Champions (LC) nama kegiatannya. Ada LC 1-3. Pada LC-1, pada saat mereka Kelas 4 diajak menginap di rumah penduduk selama 3 hari 2 malam di wilayah yang berudara dingin. Pada LC-2, peserta didik diajak menginap di tenda atau berkemah selama 3 hari 2 malam juga, saat mereka di Kelas 5.

Terakhir LC-3 saat mereka di Kelas 6. Semua siswa kebagian tampil berpidato, berbicara, atau pertunjukan di berbagai tempat publik/sekolah di Leuwiliang, dan puncaknya tampil di perguruan tinggi ternama di Bandung, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Untuk memperkuat keimanan, keterikatan dan kepribadian Islam, para siswa diadakan kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) yakni bermalam dengan kegiatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT di sekolah dan di luar sekolah. Sedangkan untuk meningkatkan pemahamannya terhadap fikih fikih praktis ditujukan untuk membangun kepribadian Islam dan kegiatannya dinamakan Bina Syakhshiyyah Islamiyyah (BSI).

Di SDIT Insantama Leuwiliang juga ada kegiatan ekstrakulikuler. Namanya ekspresi. Karena sekolah ini full day school (sekolah sehari penuh), maka ekspresi dilaksanakan pada jam pembelajaran. Ada ekpresi wajib dan ada ekspresi pilihan. Ekspresi wajib meliputi Swimming, Farming, Cooking dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sedangkan ekpresi pilihan di antaranya Kepanduan, Jurnalistik, Saintik Cilik, Beragam Olahraga, Marawis, Qari’, dan Dokter Cilik.

Calon Pemimpin Ansharullah

Sistem pendidikan Islam terpadu di SDIT Insantama Leuwiliang ini dilanjutkan ke jenjang SMPIT Insantama Leuwiliang, dengan pilihan boleh boarding di Islamic Boarding School (IBS) Insantama Leuwiliang. Berbagai program pendidikan dan pembinaan siswa disiapkan untuk menjadikan mereka Calon Pemimpin Ansharullah.

“Memberikan pelayanan terbaik untuk peserta didik dengan cinta, menyatukan hati dalam setiap kegiatan, mengajak dan mengajar dengan ide-ide yang menyenangkan dan kreatif, sehingga murid bisa berkembang, nyaman dan riang gembira ketika di sekolah,” adalah fokus Bani Maulid Septiandi, Guru SMPIT Insantama Leuwiliang.

Semua guru berupaya amanah dan tertib administrasi, tak terkecuali Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Juli 2017-Desember 2021) Mulyaningsih. “Amanah tersebut membuat saya bangga dalam mengantarkan SMPIT Insantama Leuwiliang dalam Akreditasi Insantama Pertama yang terakreditasi A,” ujarnya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPIT Insantama Leuwiliang Kamaluddin Mahfudz, amanah ini bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tanggung jawab strategis dalam membentuk arah dan kualitas pembelajaran guna mewujudkan Calon Pemimpin Ansharullah.

Calon Pemimpin Ansharullah yang bukan hanya kuat keimanan dan kepribadian Islamnya, tapi juga kuat penguasaan sains dan tsaqafah Islamnya.

Sebagai sekolah dengan semboyan Calon Pemimpin, SMPIT Insantama Leuwiliang, mengadakan kegiatan Leadership and Management Training (LMT) 1-4. Pada LMT-1 para siswa diajak membuat mimpi besar.

Pada LMT-2, siswa diajak berjalan kaki sejauh 14-17 km sekaligus berkunjung ke lokasi yang bisa dijadikan mereka melihat fakta lapangan salah satu mimpi besarnya, misalnya ke IPB University dan Pusat Satelit BRIS di Bogor.

Pada LMT-3, para siswa diajak bedah desa dengan analisa SWOT dan tinggal di desa selama 3 hari 2 malam. Mereka menemukan problem di desa dan menyodorkan solusinya kepada aparat desa setempat. Pada LMT-4 mereka diajak ke Kampung Inggris Pare Kediri selama 14 hari.

Kegiatan kesiswaan lainnya di SMPIT Insantama Leuwiliang di antaranya Perkemahan Duta Muda Insantama (Permata). Dilakukan di tempat camping selama 3 hari 2 malam. Di sini para siswa diajak menerapkan ilmu dan keterampilan kepanduan yang sudah diajarkan di sekolah dengan kemasan latihan manajemen dan kepemimpinan ala Insantama.

Kepala Sekolah SMPIT Insantama Leuwiliang Yoga Swara mengatakan, manajemen senantiasa berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik sesuai visi dan misi Insantama terhadap siswa-siswi, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

“Dibarengi kerja sama dengan orang tua siswa dan lingkungan,” tambah Sarjana Pertanian yang sekarang mengelola 7 rombel dengan jumlah siswa-siswi sebanyak 171 anak.

Beragama kegiatan ekspresi diselenggarakan di sekolah ini, di antaranya: Sains Club, Futsal Club, English Club, Arabic Club, Marawis, Literasi Club, Jurnalistik, Drum Club dan lain lain.

“Dalam mendidik anak-anak, saya harus memberikan uswah atau keteladanan dalam banyak hal. Karenanya anak didik tidak hanya dibangun persepsinya dan keilmuannya namun juga mereka membutuhkan figur atau contoh yang menjadi sepanduk hidup,” tambah Yahya, Mudir IBS Insantama Leuwiliang yang juga Sarjana Pendidikan Islam.

Pengurus Yayasan SIT Insantama Leuwiliang, dari kiri ke kanan: Odih Suryadi, Anang Haryanto, Sarwoto, Dr.Ir. Rusdiono, M.Pd, ir. Ahmad Soim, Edi Sukmayadi, AMd, Busaid SP, M.Si, Saeful Anwar, SE., dan Nur Cholifah SPd.I (tidak ada dalam foto)
Pengurus Yayasan SIT Insantama Leuwiliang, dari kiri ke kanan: Odih Suryadi, Anang Haryanto, Sarwoto, Dr.Ir. Rusdiono, M.Pd, ir. Ahmad Soim, Edi Sukmayadi, AMd, Busaid SP, M.Si, Saeful Anwar, SE., dan Nur Cholifah SPd.I (tidak ada dalam foto)

Sarana dan Prasarana

Berbagai sarana dan prasarana terus dikembangkan di SIT Insantama Leuwiliang. Di antaranya adalah perpustakaan, tempat bermain, lapangan olahraga, laboratorium IPA dan laboratorium komputer. Juga terdapat fasilitas Masjid Pendidikan Insantama Leuwiliang Al-Haris, dua lantai dan sedang dikembangkan menjadi 3 lantai.

Kepala Laboratorium IPA dan Laboratorium Komputer SIT Insantama Leuwiliang Mulyaningsih menyampaikan, pengembangan kedua laboratorium difokuskan sebagai sarana penguasaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan penekanan pada pembelajaran berpikir komputasional, yakni kemampuan memecahkan masalah secara sistematis, logis, dan efisien.

Dari Leuwiliang yang membentang, langkah-langkah kecil itu ditempa menjadi pijakan besar menuju masa depan gemilang. Di sinilah Calon Pemimpin Ansharullah datang dan tumbuh, beriman, berilmu, serta siap membangun peradaban islami.

“Doa terbaik ana haturkan untuk SMPIT Insantama Leuwiliang, tempat yang telah membimbing ana menjadi Calon Pemimpin Ansharullah. Tak terasa tiga tahun telah berlalu. Begitu singkat. Namun penuh makna. Hingga membuat ana sedikit sedih karena sejuta kenangan yang akan selalu ana rindukan,” kata Ghatan Fatir Alibghi, Alumni Angkatan 6 SMPIT Insantama Leuwiliang “The Gregarious”.[] Ahmad Soim

Baca lainnya

SIT Insantama Leuwiliang: Leuwiliang Membentang, Calon Pemimpin Ansharullah Datang

Bumi masih gelap. Namun sudah ada sedikit sinar matahari kuning ikut mewarnai. Goresan Sang Maha Pencipta yang sangat indah itu mengiringi semangat tiga bocah yang…