“Ketika tensi tinggi, kasihan ginjal dan jantung yang harus bekerja keras. Ingat anak-anak di rumah ya, Bu…”
Nasihat itu disampaikan dengan lembut, namun begitu membekas. Saat itu, penulis tengah memeriksakan diri karena gejala pre-hipertensi. Di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SIT Insantama, Kepala UKS dr. Iva tak sekadar memeriksa tensi. Ia memberi perhatian, motivasi, dan pengingat penuh makna bahwa kesehatan adalah amanah.
Sejak hadirnya dokter di UKS Insantama, suasana sekolah terasa berbeda. Bukan karena bangunan baru atau acara besar, melainkan karena hadirnya rasa tenang. Kini, siswa, guru, dan staf tidak hanya memiliki ruang berobat, tetapi juga tempat untuk dirawat dengan cinta dan kepedulian.
Seiring bertambahnya usia para guru dan staf, kesehatan menjadi perhatian penting. Ada yang mulai sering pusing, pegal, atau mudah lelah. Yayasan Insantama Cendekia (YIC) pun bergerak cepat menghadirkan program Medical Check Up (MCU) rutin. Langkah ini menjadi bentuk ikhtiar agar para pendidik tetap sehat dan dapat mendampingi siswa dengan optimal.
UKS juga berperan aktif dalam pencegahan penyakit menular. Saat penyakit gondongan sempat merebak, siswa dan guru dianjurkan membawa peralatan makan masing-masing, menggantikan kebiasaan makan bersama dalam satu nampan. Ketika ISPA (infeksi salurah pernapasan akut) melanda, penggunaan masker dianjurkan untuk meminimalkan penularan. Melalui penyuluhan rutin, kesadaran menjaga kebersihan dan pola hidup sehat terus ditumbuhkan.
Selain itu, UKS menjadi pusat pertolongan pertama ketika terjadi cedera ringan akibat aktivitas bermain dan olahraga. Para guru dibekali pelatihan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan), sementara tindakan lanjutan ditangani langsung oleh dokter UKS yang sigap dan profesional.
Yang membanggakan, salah satu dokter yang bertugas adalah alumni Insantama sendiri, dr. Raudhah Rahmatillah Nailati. Dokter yang akrab disapa Kak Nayla, merupakan lulusan angkatan pertama di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama Bogor.
Bersama dr. Iva, putri dari Direktur Pendidikan SIT Insantama Dr. Ir. Muhammad Rahmat Kurnia, M.Si., menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus penuh kehangatan. Ditambah pula kehadiran Kak Salwa sebagai admin UKS yang ramah semakin menambah kenyamanan setiap pasien.
Meski masih ada guru dan staf yang merasa canggung saat MCU, perlahan tumbuh kesadaran bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Hadirnya dokter di UKS bukan sekadar layanan medis, tetapi wujud kasih sayang sekolah kepada seluruh warganya.[]
Siti Sobiah







