Hari ini minggu ke-tiga, jadwalnya libur dan pulang ke rumah. Tapi, tidak untuk anggota Mitra Disiplin SIT Insantama.

Tepat pukul 06.00 kami berbaris di area parkir, dengan do’a dipimpin ketua MDS Vivia Nur Ramadhani ditutup dengan gema takbir… Allakhu Akbar ! kami siap berangkat berkuda.

Tiba di Lokasi kami berbaris kembali dipimpin ketua MDS. Ada pengarahan terlebih dulu dari coach Tachta dan beliau meminta maaf karena kuda se-tinggi dua meter bernama Shinsky belum bisa ditunggangi. Kecewa, tapi sedikit terobati karena tiga kuda sudah disiapkan. Marwah, Najwa dan Aulia adalah kuda-kuda betina yang tak kalah gagah walaupun tidak setinggi dua meter. Sebelum ditunggangi ternyata ada tugas yang harus diselesaikan, Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dari 17 anggota MDS disertai 3 pengawas dari Sekolah Berkuda Al Karim juga 3 pendamping dari Insantama.

Tugas yang pertama adalah membersihkan kotoran kuda dengan tangan kosong tanpa skop tanpa sarung tangan kemudian memberi makan kuda.

Tantangan selanjutnya adalah jalan-jalan dengan kuda ke Jalan Raya. Ini adalah pendekatan dengan kuda sebelum kuda itu ditaklukkan! Tiga puluh menit pun berlalu, aba-aba dari pelatih untuk segera kembali. Yes… Misi selesai! Saatnya menunggangi kuda!

Hanya dua kuda yang boleh di tunggangi Marwah dan Aulia. Marwah banyak peminatnya, kuda putih dan tenang ini yakin bisa ditunggangi dengan mudah. Aulia Oh… No! Kuda yang ‘ga bisa diem’ itu sepertinya sulit ditaklukkan. Cara menunggangi kuda pun dicontohkan Team Pengawas dan semakin terlihatlah bagaimana si kuda Aulia.

Kaget boleh, tapi panik jangan! Kalau kalian panik, kuda yang kalian tunggangi juga ikut panik. Jangan sampai kalian dikendalikan oleh kuda, tapi kalianlah yang mengendalikan kuda!

Motivasi dari pelatih cukup membius kami, rasa takut sedikit berkurang. Bismillah… Ketua Mitra Disiplin pun ditunjuk sebagai penunggang pertama kuda Aulia. Namun, hal yang tidak diharapkanpun terjadi, kuda Aulia tidak stabil yang akhirnya harus turun paksa dari punggung kuda, hampir saja terjatuh. Ini membuat yang lainnya tidak berani menunggangi kuda Aulia.

Seorang pemimpin adalah yang bisa mengendalikan yang lebih kuat, begitu juga ketika menunggangi kuda. Kuda lebih kuat dari kalian, tapi kalianlah yang memimpin kuda.
Pelatih terus memberikan semangat agar kami berani. Dan akhirnya, kuda Aulia bisa dikendalikan

Selesai Ishoma masih ada satu tugas lagi yaitu merawat kuda, setelah itu peserta dikumpulkan ditempat teduh. Pelatih menyampaikan kisah Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam ketika pergi ke Tha’if bersama Zaid bin Haritsah, kisah ini membuat kami gemetar dan meneteskan air mata. Rasulullah adalah manusia biasa, sama seperti kita. Kalau terkena pisau bisa berdarah, kalau digigit nyamuk bisa bentol-bentol. Tapi apa yang membuat Rasulullah itu istimewa yaitu karena Rasulullah selalu bangkit ketika terjatuh!

Sekarang kalian lihatlah di belakang kalian!

Semua menoleh ke belakang, takjub dan senang seketika kami pun berteriak.
Shinsky! shinsky!
Kami memanggil kuda yang sedang berlari kencang memutari pacuan kuda tepat dibelakang kami.

Sekarang… Kuda setinggi dua meter sudah bisa kalian tunggangi!
Apakah kalian siap!!

Siap!

Kalian siap!!!

Siap!!

Akhirnya kami bisa menaklukkan kuda setinggi dua meter, walaupun takut dan ragu sempat menyelimuti langkah kami.

16.00 Selesai shalat ashar kami berkumpul untuk evaluasi dengan pelatih dan bersiap untuk pulang.

Alhamdulillah… ini adalah pengalaman yang luar biasa, disini kami banyak belajar bagaimana sulitnya para shahabiyyah untuk menjadi prajurit perang yang tangguh, tegar dan sabar.

Allahu Akbar !!

#MDS