Kunjungan ke IBF: Upaya Mencintai Literasi bagi Siswa
Penulis: Sonny Lazuardi
Pagi yang cerah, mentari masih tersipu malu bersembunyi di sebelah Timur yang belum sepenuhnya menampakkan sinarnya.
Tampak siswa berbatik ungu yang berkumpul di depan kelasnya untuk bersiap kepada satu tujuan.
Di tengah pandemi yang tak kunjung berakhir tak urung kami SMAIT Insantama tetap melaksanakan agenda menuju IBF, Jakarta. Yang sebelumnya di tahun 2021 kegiatan ini vakum. Setidaknya penggunaan masker kami wajibkan dalam kegiatan tersebut, sebagai upaya menjaga prokes.
Kunjungan ke Islamic Book Fair (IBF) dirasa penting, menurut pak SM. Pertiwiguno, S.Pi. selaku Kepsek yang biasa disapa pak Uno, “Buku adalah jendela dunia. Sebagai sekolah calon pemimpin, perlu terus mendorong dan menfasilitasi ananda untuk gemar membaca buku dan meningkatkan kemampuan literasinya. Karena ananda, sebagai pemimpin masa depan, ananda harus memahami dan terinspirasi oleh alam semesta dan kehidupan.”
Ratusan hingga ribuan orang memadati ruang IBF dalam gedung Jakarta Convention Center (JCC), semakin siang semakin dipadati pengunjung. Umumnya para pelajar berseragam yang mewarnai hiruk-pikuknya suasana. Perburuan buku dilakukan oleh kami, siswa maupun guru.
Ribuan buku yang umumnya bernuasa Islam ditawarkan. Perang harga pun dimainkan oleh para Penerbit. Mereka mengobral buku dengan diskon besar-besaran. Harga dimulai dari 5000 rupiah hingga ratusan ribu Rupiah dihadirkan. Adalah sebuah hajatan besar dalam Islamic Book Fair (IBF) 2022 yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 3-7 Agustus 2022. Mengundang penasaran orang untuk mengunjungi sekaligus berbelanja buku yang diminatinya.
Selain buku, berbagai fashion pun ditawarkan, seperti jilbab model kekinian, sepatu, topi, parfum dan sebagainya. Selain itu, kantin dan aneka jajanan pun tersedia yang cukup ramai dipadati pengunjung. Mereka dengan mudah membeli makanan tanpa harus keluar gedung. Sontak, terjadi kepadatan di area tersebut.
Kehadiran kami bukan semata ingin berbelanja atau “healing” melepaskan stres atau kepenatan dari rutinitas keseharian yang begitu padat dijalani.
Adapun tujuan ke IBF menurut ibu Vita Sehati, S.Pd. selaku Penanggung Jawab kegiatan menyatakan, “Budaya membaca tidak tumbuh begitu saja, tetapi melalui proses belajar dan lingkungan yang kondusif. Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga sampai lingkungan sekolah sangat menentukan keberhasilan upaya ini. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kamis (4/8/2022) seluruh siswa SMAIT Insantama melakukan kunjungan ke Islamic Book Fair (IBF) 2022. Kegiatan ini dilaksanakan demi meningkatkan literasi seluruh siswa dan memberikan pengalaman berharga berburu jendela dunia.”
Semoga kunjungan kami menjadi amal shalih, menjadikan sang jendela dunia ini menjadi perhatian penting bagi kami, terutama siswa agar mencintai buku dan ilmu yang kelak menjadi kebaikan untuk masa depannya.[]