Reportase LEADERSHIP FOR CHAMPIONS: GOES TO BANDUNG, Kelas VI SDIT Insantama

Jelajahi Observatorium Bosscha: Praktik Langsung Melihat Planet

Hari Ke-2: 3 Oktober 2019

Kendaaran mobil yang membawa peserta Leadchamps mulai menyusuri padatnya jalanan Kota Bandung. Sesekali kendaraan harus berhenti karena situasi lalulintas jalanan yang macet. Kondisi cuaca siang yang panas menjadi sahabat yang harus peserta Leadchamps nikmati. Ini menjadi tantangan yang harus peserta hadapi. Kendaraan terus melaju menjelajah jalur menanjak menuju ke arah Lembang, hingga akhirnya tepat pukul 15.15 rombongan tim Leadchamps tiba di area Bosscha. Terlihat kegersangan hampir melanda seluruh area Bosscha. Maklum, sudah sekian bulan hujan belum ternikmati di wilayah ini, pun di wilayah Bandung secara umum. Angin sore lumayan kencang, udara terasa sangat dingin dan berdebu, menjadi bagian tantangan yang harus peserta Leadchamps hadapi.

Tiba di lokasi Bosscha.

Waktu masih lumayan lama karena sesuai dengan informasi, peserta Leadchamps akan diterima pihak Bosscha pada pukul 16.30. Waktu yang tersisa cukup lama digunakan peserta untuk bermain di pelataran yang tersedia lumayan luas, membeli cindera mata khas Bosscha, dan foto bersama dengan latar belakang bangunan Bosscha yang unik. Dan, yang paling membuat penasaran adalah menantikan momen bertemu dengan adik-adik dari SDIT Insantama Bandung. Kurang lebih pukul 16.00, adik-adik kelas II dari SDIT Insantama Bandung pun berdatangan. Dengan mengenakan seragam olahraga mereka langsung berbaur dengan kakak-kakaknya dari SDIT Insantama Bogor. Suasana sangat bersahabat dan penuh persaudaraan terlihat diantara mereka.

Mereka bermain saling berkejaran, ada yang duduk di pangkuan kakaknya, ada yang berbagi snack pada adiknya, ataupun bersenda gurau mewarnai momen pertemuan itu. Peristiwa yang dikondisikan informal tersebut menjadikan suasana lebih cair dan penuh keakraban. Hanya saja, momen istimewa ini tidak bisa berlangsung lama. Tepat pukul 16.30 peserta sudah harus berpisah dengan adik-adiknya. Suasana penuh haru pun terlihat di saat-saat keakraban telah terjalin. Semoga ada kesempatan di lain waktu untuk bisa menyambung silah ukhuwah yang sudah terjalin. Peserta Leadchamps pun segera menuju lokasi yang sudah diarahkan pihak Bosscha. Rombongan dibagi 2, kelompok 1 memasuki gedung kubah dan kelompok 2 memasuki ruang ceramah. Masing-masing kelompok mendapatkan materi yang berbeda.

Bermain-main dengan adik-adik kelas II dari SDIT Insantama Lembang, Kabupaten Bandung.

Di gedung kubah, peserta Leadchamps mendapatkan penjelasan sedikit sejarah tentang Bosscha dari seorang guide yang juga merupakan peneliti di sini. Secara umum, Bosscha dinamakan sebagai Observatorium Bosscha, yang merupakan keseluruhan kompleks penelitian tentang angkasa. Bangunan ini didirikan dan atas prakarsa seorang pengusaha teh dari Belanda yang bernama C. Albert Rudolf Bosscha. Beliau seorang yang sangat dermawan. Bangunan Observatorium didirikan pada tahun 1923, selesai tahun 1925, dan dipergunakan secara resmi pemanfaatannya pada tahun 1928. Hingga sekarang, semua peralatan yang ada di Bosscha ini masih berfungsi dengan sangat baik. Dinamakan gedung kubah karena bangunan tersebut berbentuk silinder dan beratap kubah. Bangunan menghadap ke arah Timur, terdiri dari 2 bagian, yaitu entrance dan ruang tempat teropong. Atap kubahnya terdapat celah yang bisa dibuka dan ditutup selebar 3 m serta dapat diputar ke segala arah untuk tujuan penelitian. Atap kubah berbobot 56 ton dan berdiameter 14.5 m. Lantainya mempunyai berat 12 ton yang dapat diatur ketinggiannya dengan menggunakan motor listrik.

Di bangunan Observatorium Bosscha ini dilengkapi dengan 12 teropong, 4 teropong besar diletakkan di luar dengan menggunakan antena teropong yang tugasnya menangkap sinyal berbentuk siaran parabola. Sejumlah 8 teropong lainnya untuk menangkap cahaya yang tampak yang terletak di dalam rumahnya masing-masing. Ada beberapa fungsi dari teropong-teropong tersebut, diantaranya adalah untuk mengukur jarak bintang ke bumi serta untuk menimbang berapa massa bintang tersebut. Di gedung kubah ini terdapat 2 teleskop penting, yaitu Teleskop Refraktor Ganda Zeiss yang merupakan teleskop terbesar dengan panjang 11 m yang mampu berputar ke segala arah, ke arah 360 derajat. Teleskop yang kedua adalah Teleskop Schmidt Bima Sakti, yang memiliki cermin dengan diameter 71.12 cm dan panjang fokusnya 2.5 m.

Jenis Teleskop Refraktor Ganda Zeiss… yang berada di Gedung Kubah.

Menurut penjelasan yang disampaikan, diperlukan keahlian dalam membidik bintang. Sebelum melakukan pengamatan, harus dipastikan bahwa cuaca harus cerah agar tidak ada yang menghalangi saat melakukan pengamatan. Selain itu, sejak awal sudah harus ditentukan atau dipastikan bintang apakah yang akan diamati, posisinya ada di mana, dan polanya seperti apa sehingga saat pengamatan tidak nyasar atau ‘tersesat’. Selain keahlian tersebut, peneliti di sini harus mempunyai sikap mental yang kuat karena dia harus bekerja malam-malam yang terkadang harus dilakukan sendirian dan bergelap-gelapan, bekerja dari mulai pukul 19.00 hingga datangnya subuh. Peserta Leadchamps sangat terkesan dengan kegigihan dan keberanian pegawai-pegawai Observatorium Bosscha yang berprofesi sebagai peneliti ini. Semoga sikap ini akan mampu diteladani oleh para peserta Leadchamps.

Sementara itu, rombongan ke dua sedang menerima materi lainnya, tepatnya di ruang ceramah. Ruangan ini berukuran 400 x 975 cm dengan lantai yang ditutupi tegel berwarna abu-abu dan merah. Ruangan ini mampu menampung pengunjung sejumlah 100 orang. Lantai di ruangan ini dibuat berundak-undak untuk memfasilitasi pengunjung dalam menyaksikan tayangan multimedia. Melalui tayangan multimedia yang ada, peserta Leadchamps di ruangan ini mendapatkan penjelasan seputar planet-planet yang ada dengan posisinya masing-masing di luar angkasa serta galaksi bima sakti beserta ratusan galaksi-galaksi lainnya. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengapa planet Pluto harus ‘dikeluarkan’ dari deretan tata surya kita. Semua penjelasan yang diberikan seolah-olah memberikan gambaran bahwa kita sangatlah kecil di tengah-tengah alam semesta yang begitu luasnya, sebagai ciptaan Allah Swt. Masya Allah… Lalu, mengapa masih banyak orang yang berperilaku sombong di hadapan Allah Swt? Sungguh, tidak mampu dicerna menggunakan akal sehat…

Hampir selama 30 menit peserta Leadchamps mendapatkan materi penjelasan di kelompoknya masing-masing. Setelah itu mereka berpindah tempat, kelompok 1 ke ruangan ceramah dan kelompok 2 ke gedung kubah. Dengan begitu, semua peserta Leadchamps mendapatkan materi yang sama. Kurang lebih pukul 18.00, semua peserta keluar dari tempatnya masing-masing. Suasana sudah terlihat gelap. Saat peserta tengadahkan kepala ke arah atas, subhanallah… langit terlihat sangat cerah. Bulan tampak bersinar dengan gagahnya, walaupun belum sempurna bentuknya. Ada bintang yang letaknya tak jauh dari bulan, bersinar paling cerah dibandingkan bintang-bintang lainnya. Sejurus kemudian diinformasikan bahwa bintang itu adalah planet Jupiter. Dan, diinformasikan oleh pihak Bosscha bahwa sebentar lagi peserta akan diajak untuk praktik langsung melihat beberapa planet dan juga bulan. Allahu Akbar… peserta sudah tidak sabar menunggu momen paling istimewa ini, menyaksikan secara langsung planet tata surya. Belakangan disampaikan bahwa yang akan disaksikan adalah bulan serta planet Saturnus dan Jupiter…

Penjelasan materi penoropongan bintang.

Pengunjung dibagi menjadi 3 kelompok besar, kelompok 1 baris berbanjar untuk melihat bulan, kelompok 2 antri untuk melihat planet Saturnus, dan kelompok 3 bersiap-siap untuk melihat planet Jupiter. Semua peserta harus bersabar karena proses melihatnya harus one by one. Satu per satu, peserta secara bergantian melihat objek dengan menggunakan bantuan teleskop yang sudah terpasang. Dua teleskop dipasang di halaman luar, untuk mengamati bulan dan planet Jupiter. Satu lagi teleskop dipasang di ruangan yang digunakan untuk melakukan pengamatan planet Saturnus. Secara bergantian, semua peserta melakukan pengamatan untuk melihat bulan, planet Saturnus, dan planet Jupiter. Bulan terlihat dengan sangat jelas bagian-bagian lekukannya yang kemudian disebut sebagai kawah bulan. Planet Saturnus juga terlihat sangat jelas bagian cincinnya, dan planet Jupiter terlihat sangat cerah dan bersinar jelas. Hampir semua peserta berdecak kagum dan terucap kalimat-kalimat thoyibah. Sungguh sangat sempurna ciptaan-Mu. Makin bertambah iman atas pengalaman yang luar biasa ini. Semua ditampakkan dengan sangat jelas.

Pukul 19.00, acara meneropong bulan dan planet berakhir. Semua peserta diarahkan untuk makan malam sebelum diteruskan dengan perjalanan pulang kembali ke Masjid Salman ITB. Setelah perut terisi dan terasa kenyang, pukul 19.30 semua peserta meninggalkan area Observatorium Bosscha. Mobil-mobil peserta Leadchamps kembali menyusuri jalanan menurun membelah padatnya lalu lintas menuju Kota Bandung. Alhamdulillah perjalanan lebih lancar jika dibandingkan dengan saat pemberangkatan. Sekitar 1 jam perjalanan, mobil-mobil sudah memasuki area jalan samping Masjid Salman ITB. Sesampai di basecamp, peserta diarahkan untuk segera mengambil wudhu karena shalat jama’ takhir Maghrib Isya’ akan segera dilaksanakan… ###