Reportase Khas LMT-3 Bedah Desa 2019

INISIASI PEMIMPIN SEJATI

Hari Ketiga (terakhir)

“Leiden is lijden” H. Agus Salim

Pemimpin itu tidak lahir dari zona nyaman. Mereka yang terbiasa menghadapi badai, layak diinisiasi menjadi nahkoda unggul. Bicara tentang badai, tanyakan kepada anandas peserta LMT-3 yang kemarin merasakannya. Sore (8/10) seba’da melakukan observasi ke warga sekitar, cuaca mendung cukup nyaman untuk menemani proses pemetaan analisis SWOT. Namun rintik hujan yang telah lama dirindui, hadir sore itu. Awalnya gerimis nan lembut, lalu gerimis menjelma hujan yang dengan cepat bertransformasi menjadi badai nan dahsyat. Maka pontang-pantinglah anandas (khususnya ikhwan) mengevakuasi perlengkapan mereka dari dalam tenda ke dalam aula. Tak peduli badai yang mengamuk anandas bekerja sama untuk memindahkan seluruh barang ke aula. Beberapa anandas bahkan terpaksa melaksanakan sholat ashar berjamaah dalam kondisi berhujan ria. Anandas dengan terpaksa meninggalkan tenda yang kondisinya bak kota New Orleans paska diamuk Katrina.

Paska mengeringkan diri, anandas kembali siap bekerja. Namun ujian kembali datang, listrik padam. Bila badai dapat dilewati, maka kegelapan bukanlah masalah berarti. Berbekal senter, anandas ikhwan tetap serius mengerjakan pemetaan analisis SWOT mereka. Sholat maghrib dilanjut tilawah Al Qur’an, kultum hingga waktu isya’ datang.

Malam itu dingin menyelimuti lembah Halimun-Salak. Menyebabkan anjing hutan yang malam sebelumnya riuh, malam ini membisu. Namun dingin malam itu tak meruntuhkan semangat anandas. Meski lelah melanda, malam ini anandas harus mempresentasikan tugasnya di hadapan ust. Karebet yang dibantu oleh dewan pakar, seperti pak Iqbal selaku pakar kurikulum, pak Arif selaku pakar kesiswaan, pak Ahdiyat selalu pakar perbangunan, dsb. Setelah melewati berbagai pertanyaan, terpilihlah kelompok 10 ikhwan dan kelompok 3 akhwat yang esok akan mempresentasikan penelitiannya di hadapan aparat desa Gunung Malang.

Pagi itu cuaca cerah, puncak Salak menyingkirkan selimut awannya. Di bawahnya berkumpul para insan yang fokus menyimak pemaparan di hamparan lapangan rumput. Anandas kelompok 10 ikhwan dan kelompok 3 akhwat dengan percaya diri menyampaikan hasil observasinya di hadapan aparat desa.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya telah diberi masukan oleh adik-adik semua. Kebetulan kami saat ini kami sedang melaksanakan musrembang” ucap Ketua RW mewakili kepala desa.

Setelah penyerahan hasil analisis SWOT dan prasasti dari pihak SMPIT Insantama kepada pihak desa, LMT-3 ditutup dengan upacara dan penyerahan penghargaan kepada kelompok dan siswa berprestasi dalam kegiatan LMT-3 ini.

“Ananda sebagai calon pemimpin umat di masa depan diharapkan memiliki kepekaan tinggi, kepedulian terhadap setiap masalah yang ada di sekitarnya.” pungkas pak R. Triana selaku ketua acara LMT-3 Bedah Desa 2019.