Reportase
SaTu Insantama
(Masa Ta’aruf Siswa SMPIT Insantama) 2019-2020

Game Ukhuwah #2:
Syar’i, Happy, Sportif, Health dan Hikmah

Pagi hari pukul 08.00 WIB di hari Jum’at, 9 Agustus 2019 para siswa baru menyelesaikan tilawah Al Qur’an mereka di kelas masing-masing dipandu oleh wali kelas masing-masing juga. Setelah mendengar arahan guru yang disiarkan lewat pengeras suara dari ruang TU (Tata Usaha) sekolah bahwa acara Game Ukhuwah #2 akan segera dimulai dan semua siswa diharapkan bersiap untuk mengikuti beberapa lomba, yaitu lomba tangkap dan estafet belut, lomba tebak gerak anti hoax, lomba estafet bola pingpong, dan yang terakhir adalah lomba estafet karet dengan sedotan. Untuk lokasi dibagi 2, lokasi seluruh siswa akhwat terpusat di GOR Ukhuwah yang tak jauh dari sekolah sedangkan lokasi lomba siswa ikhwan seluruhnya terpusat di Plaza Insantama (di depan gedung SMPIT Insantama Bogor).

Mengapa dibagi 2? Karena hal ini merupakan wujud konsistensi SMPIT Insantama terhadap pembentukan karakter siswa yaitu dimana pun, kapan pun, dalam situasi dan kondisi apa pun ketaatan siswa terhadap syari’at Islam harus diistiqamahkan secara terus-menerus hingga menjadi habit para siswa nantinya. Contohnya dalam pelaksanaan Game Ukhuwah ini, syari’at tentang infishal (terpisah) antara peserta ikhwan dan akhwat. Dan tentunya hal ini sebagai bentuk konsistensi sekolah terkait pengaturan kelas dan area siswa ikhwan dan siswa akhwat yang memang infishal (terpisah). Guru-guru yang memandu game pun sesuai jinsi pesertanya, peserta game ikhwan guru yang memandu adalah guru ikhwan dan demikian pula sebaliknya peserta game akhwat maka yang memandu adalah para guru akhwat.

Demikian pula dengan busana yang dikenakan oleh siswa akhwat dan ikhwan semuanya wajib menutup aurat dengan tetap memakai busana syar’i. Siswa ikhwan tetap menggunakan celana training yang panjang kalaupun dilipat ke atas, para siswa ikhwan tidak boleh melipatnya di atas lutut. Sedangkan untuk busana akhwat semuanya tetap syar’i dan rapi dalam balutan busana muslimah yang syar’i sesuai perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW yang telah tertera di QS. An Nuur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59, yaitu berjilbab, berkhimar dan berkaus kaki sebagai ikhtiar agar kaki yang merupakan aurat juga tidak tersingkap atau terlihat di lokasi game.

Hal ini juga untuk memberikan bukti kepada siapa pun yang menyaksikan lomba demi lomba yang diselenggarakan dalam agenda Game Ukhuwah #2 ini, bahwa dengan tetap istiqamah taat syari’at dengan cara berjilbab sempurna ternyata sedikit pun tidak menghalangi dan tidak mengganggu para siswa akhwat shalihah ini berkreasi, bereksplorasi, berekspresi dengan atraktif dan akhirnya mampu berprestasi. Ingin kita buktikan kepada siapa pun yang masih ragu untuk berjilbab sempurna bahwa melalui hukum syara’-Nya, Allah SWT takkan pernah sedikitpun merugikan manusia apalagi mencelakakan manusia. Justru, dengan taatnya kita kepada hukum syara’ hidup kita menjadi barakah dunia hingga akhirat. In syaa Allah, aamiin …

Nah, yuk kita tengok teknis pelaksanaan game-game atau lomba-lombanya:
Pada game tangkap dan estafet belut, game tebak gerak anti hoax dan estafet karet dengan sedotan para siswa di bagi berdasarkan kelasnya yaitu 1 kelas adalah 1 tim, sedangkan pada lomba estafet bola pingpong para siswa dibagi berdasarkan level kelas mereka masing-masing. Sehingga terbentuk 3 kelompok: kelompok kelas 7, kelas 8 dan kelas 9.

Masing-masing game dilaksanakan dengan syar’i, sportif, jurdil, happy and fun, sehat dan menyehatkan dan yang terpenting mempererat ukhuwah antar siswa dan juga dengan para guru.

Terkait menang atau kalah, itu mah biasa-lah. Namanya juga game kan? Tetapi yang terpenting adalah dari 4 jenis game tersebut masing-masing terkandung hikmah di dalamnya, dan hikmah ini selalu dijelaskan oleh pemandu game di setiap akhir game. Dengan tujuan memberikan penanaman nilai edukatif kepada para siswa: Semua game bertujuan untuk memperat ukhuwah Islamiyah, membentuk dan memperkuat bonding (ikatan secara nafsiyah antar siswa), kekompakan, mengikis egoisme, saling support, lebih cekatan, sigap , tangkas (speed & responsive), kejujuran, tetap istiqamah taat syari’at, saling memperkuat, menyehatkan, saling peduli, kesabaran dan saling menyemangati “to be the best“. Khusus game tebak gerak anti hoax, dimaksudkan agar siswa terlatih dalam menyampaikan informasi secara tepat, dan membiasakan diri untuk tabayun terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak terjebak turut menyebarkan informasi dan berita hoax.

Oh ya, setiap “turun minum” and snack time tak lupa para siswa makan dan minumnya duduk terlebih dahulu kemudian diawali dengan membaca basmalah dan menggunakan tangan kanan dan tak lupa itsar yaitu lebih mengutamakan teman yang lebih membutuhkan sehingga para siswa peduli antar teman dan ikhlas berbagi. Di ajang game ini pula kakak kelas memberikan contoh dan teladan kepada adik kelas, sedangkan adik kelas respect dan berusaha akrab dengan kakak kelas dengan tetap menjaga adabul Islam (akhlaqul karimah) dalam interaksi.

Saat pembelajaran di kelas, para wali kelas selalu me-refresh siswa tentang :

Surat Al-Hujurat Ayat 10, Bahwa diantara kaum mukminin itu kita bersaudara:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya:
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Kaum mukminin bagaikan bangunan, yang saling menguatkan:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Artinya:
Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain. [Shahih Muslim No.4684]

Kaum mukminin bagaikan satu tubuh yang saling peduli, empati, tolong-menolong demi kebenaran dan kebaikan bersama:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya:
Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam. [HR. Muslim]

Allah SWT lebih mencintai mukmin yang menggembleng dirinya untuk menjadi kuat:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ،

Artinya:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah. … HR. Muslim (no. 2664)

Semoga Allah SWT selalu menjaga semua siswa ikhwan dan akhwat serta mengabulkan semua do’a, harapan, ikhtiar terbaik kita dan juga meridhai kita semuanya. In syaa Allah, aamiin

Penulis: Irfah Zaidah