Wajah-wajah ceria menatap sosok Bapak Ibu Guru yang menggiring langkah menuju ke kelas masing-masing untuk segera menunaikan kewajiban hari ini. Dengan tentengan map biru berisikan data-data siswa yang sesegera mungkin untuk dipanggil. Sang guru dengan tangan kokoh membuka pintu, derik engsel yang menjerit menandakan pintu kelas telah terbuka. Satu meja yang yang berdiri kokoh di tengah kelas dengan dikelilingi empat kursi sebagai media yang akan digunakan bapak ibu guru dan siswa yang akan terlibat dalam proses hari ini.

“Hari ini dan besok adalah jadwal sidang SKU SKK siswa kelas XII SMAIT Insantama,” Ujar Wakasek Kesiswaan SMAIT Insantama. “Sidang akan berlangsung dari hari Senin dan Selasa (22-23 April 2019), yang diikuti 101 siswa aktif,” kata Bapak Ahmad Subadri.

“SKU SKK merupakan rangkaian kecakapan/keahlian yang harus dimiliki oleh setiap siswa SMAIT Insantama. SKU kepanjangan dari Standar Kecakapan Umum, berisikan poin-poin kecakapan yang bersifat umum, seperti ……… sedangkan SKK merupakan standar kecakapan khusus yang harus dipunyai siswa SMAIT Insantama. SKU wajib terpenuhi oleh seluruh siswa sedangkan SKK tidak diwajibkan dipenuhi oleh siswa, karena tidak semua siswa mempunyai kesempatan untuk memenuhinya,” Ujar Rukti HIdayah Cahya Utama, S.Si. S.Pd.

Ibu Guru yang juga menjabat sebagai penanggung jawab (Pj) SKU SKK ini menambahkan, “Lebih kurang terdapat sekitar 59 poin SKU dan sekitar 31 Poin SKK. Pemenuhan poin SKU SKK dilakukan Ananda setiap selesai memenuh kecakapan yang telah disyaratkan sejak dari kelas X sampai dengan kelas XII.”

“Untuk setiap poin SKU harus bisa dipenuhi oleh Ananda, sedangkan untuk SKK tidak semua poin harus dipenuhi, karena SKK berisikan keterampilan yang bersifat khusus dan tidak semua anak harus menuntaskannya,” Ujar Guru yang juga mengajar Matematika ini.

Beliau juga menambahkan, bahwa beberapa poin SKU yang yang harus dipenuhi adalah, menjadikan islam sebagai standar berfikir, terbiasa qiyamul lail, terbiasa shaum Senin Kamis, setiap hari membaca al-quran miimal dua lembar, menghormati guru atau ustadz, menjalin ukhuwah islmiyah. Sedang SKK yang harus tercapai adalah, terbiasa shaum daud, mendapatkan penghargaan siswa uswah hasanah, menjadi amir ghufrah, menjadi BPH OSIS, memandikan mayat serta mengkafani mayat dan lain sebagainya.

“Fungsi SKU SKK ini sebagai pengontrol sampai dimana kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi di lingkungan baru. Jadi bisa dikatakan dengan memiliki bekal SKU SKK ananda sudah bisa berperan positif di tengah masyarakat, apalagi komunitas yang akan dihadapi lebih beragam dan dengan tantangan yang bermacam-macam. Nah untuk mengetahui sampai dimana kesiapan ananda kita adakan sidang akhir. Dari hasil sidang akhir ini guru penyidang memiliki rekomendasi terhadap siswa. Rekomendasi yang diberikan dengan kriteria sudah mandiri dan bisa berdikari di tengah masyarakat,” tegas Bu Cahya Biasa beliau dipanggil

“Sebagai bukti dari pemenuhan SKU SKK yang telah dilakukan, siswa nanti akan mendapatkan sebuah sertifikat yang berisikan SKU SKK apa yang telah dipenuhi oleh masing-masing siswa,” demikian penutup yang disampaikan guru yang tidak pernah lepas dengan kacamata ini.

Bunyi bel yang bernyanyi menyudahi kegiatan siudang hari pertama, wajah-wajah ceria menampakkan senyuman kepuasan, karena mereka telah menuntaskan hari ini dengan sesuatu yang penting.

@hdati