Seribu Langkah Tuk Patahkan Rantai Gajah

-

Dua puluhan kilometer ditempuh, melintasi gang-gang sempit, kebun-kebun, serta area persawahan juga menerabas sungai berjeram. Mengikuti kuliah umum dan ikut merasakan sebagai mahasiswa IPB tuk memenuhi salah satu prasyarat menjadi pemimpin Ansharullah.

Muhammad Falaah Qaribullah, siswa 7A asal Palembang mengungkapkan bahwa perjalanan LMT-2 Taklukkan Bogor sangat menarik sekaligus menantang. Meskipun terasa capek, tetapi ia mendapatkan banyak insight baru terkait bentang alam Bogor yang sangat berbeda dengan di kampung halamannya.

Adapun Hanif Achyar Dzulfiqar yang merupakan siswa 7C menyampaikan dari LMT-2 kali ini dia memperoleh banyak pelajaran. Selain dari pengalaman selama perjalanan, khususnya ketika menyebrangi sungai, dia juga mendapatkan banyak pembelajaran selama mengikuti kuliah umum di auditorium FPIK IPB.

Dilepas dari Insantama Sport Center Ikhwan sekitar pukul 06.30, ananda kelas 7 SMPIT Insantama Bogor akhirnya merasakan tradisi kesiswaan SMPIT Insantama Bogor, LMT-2 Taklukkan Bogor. Melakukan long march di sekitar Bogor dan mengikuti kuliah di lembaga-lembaga ilmiah, kegiatan ini bertujuan untuk memutus rantai gajah atau aral yang membebani pikiran ananda dalam mencapai mimpi besarnya.

Dalam wejangan menjelang keberangkatan, Direktur Kesiswaan SIT Insantama Bogor, Bapak Muhammad Karebet Widjajakusuma atau yang akrab dipanggil Pak Kar mengibaratkan perjalanan LMT-2 ini ibarat perjalanan hijrah Rasulullah Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Meskipun berat tapi harus dijalani untuk meraih kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.

Usai mendapatkan wejangan, 190 peserta baik Ikhwan maupun akhwat diberangkatkan. Ananda akan menempuh jarak lebih kurang 24 kilometer dengan titik istirahat utama di kampus IPB Dramaga. Dengan penuh semangat ananda menyusuri gang demi gang di kawasan Bogor Barat mulai Sindangbarang hingga Laladon. Terkadang ananda harus melintas kebun, persawahan, juga tepian setu atau danau yang jamak ditemui di daerah Bogor. Tantangan sesungguhnya yang dihadapi ananda adalah menyebrangi seruas sungai di kawasan Sirnasari Dramaga.

Usai basah-basahan di sungai, ananda melintasi persawahan dan sabana luas menuju kampus IPB Dramaga. Mentari tepat pukul sebelas siang dan ananda tetap semangat meski terik melanda, karena berhasil mencapai titik istirahat utama di kampus FPIK IPB.

“Bapak berharap di masa depan kalian menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini dan ada di antara kalian yang berkuliah di fakultas ini. Karena sektor perikanan dan kelautan di negeri ini saja sangat luar biasa dan butuh pemimpin-pemimpin yang luar biasa untuk mengembangkannya.” ujar Prof. Dr. Fredinan Yulianda, M.Sc., selaku Dekan FPIK IPB dalam kuliah umum yang diikuti ananda secara antusias di aula FPIK IPB.

Usai melaksanakan ishoma di masjid Al Hurriyah kampus IPB Dramaga, ananda kembali berjalan untuk menyelesaikan separuh perjalanan LMT-2. Teriknya matahari diabaikan hingga tak terasa senja menjelang. Mendekati garis finish di kampus SIT Insantama Bogor, ananda disegarkan oleh rinai gerimis yang menyegarkan perjalanan ananda.

“Alhamdulillah antum telah menyelesaikan 24 kilometer rute LMT-2. Ini berarti antum telah berhasil memutus rantai gajah pada diri antum. Semoga rantai tersebut selamanya terputus hingga antum semua meraih sukses dunia akhirat!” pesan Kepala SMPIT Insantama Bogor, Bapak Mulyono Guro, S.Pd. saat penutupan LMT-2 Taklukkan Bogor. (NF212)