Reportase
SaTu Insantama
(Masa Ta’aruf Siswa) 2019-2020
SMPIT Insantama Bogor

Full Ilmu, Full Hikmah, Full Kreatifitas, Full Kenangan

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُم لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrahim: 7)

Alhamdulillah, SMPIT Insantama Bogor telah melaksanakan acara Masa Ta’aruf Siswa yang disingkat menjadi SaTu Insantama 2019-2020 yang berlangsung selama 1 bulan yaitu diawali dengan prosesi penyambutan siswa baru pada hari Senin, 15 Juli 2019 dan diakhiri dengan prosesi penutupan pada hari Jum’at, 16 Agustus 2019.

Waktu berlalu begitu cepat, hingga tak terasa acara SaTu Insantama pun usai sudah. Rasanya seperti baru kemarin dilakukan acara pembukaan, waktu pun berlalu, hari demi hari pun terlewati dengan penuh kesan hingga akhirnya sampailah acara ini pada penghujungnya.

Dalam acara SaTu Insantama ini, setiap harinya selalu saja ada acara yang menarik untuk diikuti bagi para siswa, banyak ilmu dan hikmah yang bermanfaat diperoleh siswa dan selalu saja ada kesan yang indah sebagai kenangan. Hal ini memang dengan sengaja disajikan full ilmu, full hikmah, full kreatifitas, full kenangan indah buat para siswa agar tidak boring menjalani hari-harinya dalam mengikuti SaTu Insantama.

Full ilmu, hal ini sesuai dengan tema acara SaTu Insantama yaitu “Mengokohkan Akidah, Akhlak dan Adab”. Semua siswa dari kelas VII, dan VIII dan IX harus mengikuti materi demi materi dengan baik dan sungguh-sungguh. Terkait materi aqidah, diantaranya siswa diajak untuk menyelami makna dari QS. Adz Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Pelajaran yang bisa dipetik oleh siswa adalah bahwa manusia hanyalah makhluk ciptaan Al Khalik (Sang Maha Pencipta) wa Al Mudabbir (Sang Maha Pengatur) yaitu Allah SWT oleh karena itu wajib untuk selalu menghambakan diri kepada Allah SWT dengan cara taat, tunduk, patuh dan terikat dengan syari’at Allah SWT secara kaaffah. Para siswa diajak untuk muhasabah diri terkait 3 pertanyaan sangat mendasar yang berhubungan dengan penyadaran diri bahwa pada hakikatnya manusia hanyalah hamba Allah SWT (Abdullah): Darimana saya berasal?, untuk apa saya diciptakan?, kemana saya akan kembali?. Dan juga siswa dibimbing untuk selalu ingat bahwa hidup di dunia ini tidak abadi, semua manusia pasti akan meninggal dunia dan akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia. Karena ibarat ladang, maka dunia adalah zona untuk “menanam” sedangkan akhirat adalah zona untuk “memanen”. Oleh karena itu manusia harus mempersiapkan bekal Ihsanul ‘Amal (Amal yang terbaik) yang banyak, untuk menghadapi Yaumul Hisab (Hari Pengadilan) di hadapan Allah SWT kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Ghasyiyah ayat 25-26:

إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَابَهُمْ ﴿الغاشية:٢٥

Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali (QS. Al Ghasiyah : 25)

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ﴿الغاشية:٢٦

Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka (QS. Al Ghasiyah : 26)

Dan masih banyak ilmu yang lainnya, diantaranya tata cara berwudhu yang benar, tata cara shalat khusyu’, tata cara berdzikir yang baik dan lain-lain. Ilmu terkait akhlak dan adab juga diajarkan, dilatih dan dibiasakan misalnya birrul walidayn, adab terhadap guru (diantaranya jika bertemu guru, siswa wajib untuk takdzim yaitu 6S senyum, salam, salim, sapa, sopan, santun) , adab terhadap ilmu, adab terhadap Al Qur’an, Akhlak berbicara dan berperilaku (Menjaga lisan, menghindari ghashab) dan lain-lain.

Full hikmah, diantaranya adalah mengambil hikmah dari peristiwa pengorbanan keluarga nabi Ibrahim AS, mengambil hikmah dari perjuangan Imam Bukhari dalam mendapatkan keberkahan ilmu, mengambil hikmah dari ziarah kubur (Dan tata cara ziarah kubur yang benar), fadhilah shaum sunnah, fadhilah membaca dan menghafal Al Qur’an, fadhilah berdo’a dan berdzikir dan lain-lain.

Full kreatifitas, diantaranya para siswa diberikan waktu untuk menerapkan KALIMA: Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan dan Kesehatan yaitu melalui ajang bersih-bersih kelas, mengatur meja, kursi dan peralatan di kelas, menata buku dan Al Qur’an, membuat organigram struktur kelas dan menghias kelas. Berkompetisi dalam game yang bertajuk “Game Ukhuwah” dari mulai menangkap dan estafet belut hingga estafet bola pingpong semuanya dimainkan dengan syar’i, fair play, sehat, dan penuh ceria.

Alhamdulillah karena moment SaTu Insantama juga melalui waktu Idul Adha jadi para siswa juga dilibatkan dalam pengurusan hewan qurban mulai menyisit hingga pendistribusian daging qurban. Kemudian siswa ditantang kreatifitasnya dalam lomba meracik dan menyajikan minuman halal, sehat dan segar, syukur alhamdulillah baik siswa akhwat maupun ikhwan mampu untuk membuat dan menyajikan aneka jenis minuman berwarna-warni yang menarik dengan penuh kreatifitas yang merupakan minuman andalan dari kelas masing-masing karena lomba ini bersifat kompetisi antar kelas.

Full kenangan, alhamdulillah tsumma alhamdulillah moment SaTu Insantama ini dari awalnya pun dibuka pada hari Senin 15 Juli 2019 dengan acara yang berkesan dan semoga menjadi kenangan yang indah bagi para siswa yaitu pembukaan acara ini dalam bentuk apel pagi dan yang menjadi petugas apel pagi adalah para guru mulai dari protokol hingga dirigent semua “diperankan” oleh para guru. Yang bertindak sebagai pembina upacara adalah bapak Kepala Sekolah SMPIT Insantama Bogor (bapak Hasan Mulyono Guru), kalimat yang menarik dari beliau adalah “Alhamdulillah, siswa yang bersekolah di SMPIT Insantama menggambarkan sebagai miniatur Indonesia. Karena siswa SMPIT Insantama serasa lengkap mulai dari ujung timur hingga barat Indonesia ada di sini (maksudnya mulai dari pulau Papua hingga Sumatera ada), bahkan ada yang berasal dari luar negeri yaitu Australia” disambut suara riuh para siswa karena bersyukur dan gembira mendengarnya.

Acara penutupan SaTu Insantama pun tak kalah seru dan berkesan bahkan menjadi Special Moment yang full kenangan bagi para siswa, special karena pada pagi hari, Jum’at 16 Agustus 2019 semua siswa sudah diarahkan untuk duduk secara infishal (terpisah siswa ikhwan dan akhwat) memenuhi plaza Insantama untuk mengikuti acara Khatmul Qur’an yang diakhiri dengan do’a oleh ustadz Tatang Mukhtar, kemudian para siswa mengikuti sesi Workshop Menyusun dan Memfiksasi Mimpi Besar. Ba’da siswa dan guru ikhwan shalat Jum’at, acara pun berlanjut masih dalam kemasan yang special yaitu Tasyakuran tetap dalam formasi yang infishal, dalam waktu yang sama siswa ikhwan berada di MPI (Masjid Pendidikan Insantama) lantai 2, sedangkan siswa akhwat menempati dining room berada di lantai 3.

Special karena semua siswa bisa hadir dengan kondisi sehat tak kurang satu apa pun, special karena perwakilan dari Yayasan Insantama Cendekia beserta ibu-ibu RnD pun tak sekedar hadir tapi memimpin do’a, special semua guru pun hadir, special karena menu yang disajikan adalah NasKun alias Nasi Kuning. Alhamdulillah, semua siswa lahap menikmati nasi kuning. Bahkan guru-guru yang menyaksikan betapa lahapnya para siswa pun berkomentar “Masyaa Allah, tumben ya… anak-anak makannya lebih cepat dari makan Jum’at yang biasanya hehehe…. “ 😁

Acara tasyakuran pun berakhir, kemudian acara dilanjutkan dengan prosesi Closing Ceremony bertempat di MPI lantai 2. Acara ini dihadiri oleh bapak dan ibu dari YIC (Yayasan Insantama Cendekia) yaitu bapak Adhi Maretnas, ibu Zulia Ilmawati, ibu Dedeh Wahidah dan ibu Retno Jayanti. Bapak Adhi Maretnas selaku Direktur Pelaksana YIC memberikan sambutan yang berisi ungkapan rasa syukur atas terselenggara dan tuntasnya acara SaTu Insantama ini. Kemudian Bapak Kepala Sekolah pun hadir dan menginfokan kepada semua siswa, guru dan hadirin tentang Special Program yang akan segera “diluncurkan” di SMPIT Insantama yaitu “Sahabat Qur’an” tujuannya menjadikan semua siswa SMPIT Insantama selalu berdama dan lebih dekat dengan Al Qur’an sehingga menjadikan Al Qur’an sebagai sahabat para siswa.

Ada True Story dari pak Hasan (demikian kami memanggil bapak Kepala Sekolah) yaitu saat beliau masih remaja, dengan membawa Al Qur’an di tangan bisa menjadi syiar dakwah Islam. Pada saat remaja itu beliau sedang naik angkot dan ada seorang ibu yang duduk di dekat pak Hasan melihat pak Hasan membawa “Kitab Suci” dengan tiba-tiba ibu tersebut melontarkan pertanyaan kepada pak Hasan -remaja-: “Mau turun di gereja mana dik ?” ups… pak Hasan pun kaget. Dan alhamdulillah kemudian pak Hasan pun menjawab dengan percaya diri tapi tetap santun “Maaf bu saya muslim” dan ibu tersebut pun mengerti disertai ekspresi senyum. Demikian pak Hasan mengisahkan di depan para siswa, para guru dan hadirin.

Oleh karena itu, teladan yang baik patut dicontoh maka untuk menjadi sahabat Al Qur’an sudah semestinya siswa membawa Al Qur’an dari rumah masing-masing, dan sedapat mungkin (diusahakan) Al Qur’an tersebut tidak dimasukkan ke dalam tas tetapi dibawa dengan tangan penuh takdzim agar hal ini bisa menjadi syi’ar dakwah Islam bagi siapa pun yang menyaksikan. Dan tentu siswa harus menjaga wudhu agar tumbuh kebiasaan yang baik pada diri siswa, mendapat ridha dan pahala dari Allah SWT.

Sedangkan teknis pelaksanaannya siswa membaca Al Qur’an di sekolah yaitu pada saat mengawali pembelajaran di kelas dan setiap jeda antar guru mata pelajaran. Dan saat di rumah, siswa membaca Al Qur’an setiap 2 jam sekali sekitar 5-10 menit, jika siswa akhwat sedang haid maka bisa diganti dengan dzikrullah misalnya membaca sayyidul istighfar.

Selanjutnya tibalah di penghujung acara, para siswa semuanya kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti acara: “Ice Cream Time“. Setelah semua siswa menikmati ice cream-nya, maka terpancarlah senyum manis dan tawa sumringah bahagia para siswa. Jadi ingat ber- pepatah nih :

“Bagaikan Panas Sebulan, Tersiram oleh Dinginnya Ice Cream Setengah Hari” 😃🍦🍧

Alhamdulillah, bi’idznillah acara SaTu Insantama berjalan lancar dan berakhir dengan baik. Semoga ilmu, hikmah dan pengalaman yang didapatkan oleh para siswa barakah dan istiqamah diterapkan hingga menjadi kebiasaan baik yang berkesinambungan dan semoga acara SaTu Insantama ini menjadi sumber pahala yang terus mengalir (amal jariyah) bagi semua guru dan pihak-pihak yang telah berbagi ilmu, hikmah, pengalaman, semua do’a dan dukungannya. Dan juga SaTu Insantama bisa menjadi acara yang penuh berkah, bermanfaat dan selalu dikenang bagi para siswa. Aamiin

Ada pengalaman yang menyejukkan hati sebagai efek positif SaTu Insantama terhadap siswa. Suatu hari ada seorang siswa ikhwan kelas IX, sebut saja Fulan. Pada saat salah satu anggota keluarganya yang bersikap malas untuk belajar dan bersikap kurang proaktif dan kurang takdzim terhadap guru, Fulan menasihati “Sikap seperti itu (kurang proaktif terhadap belajar dan kurang takdzim terhadap guru- red) tidak boleh dibiarkan, antum harus merubah pola pikir. Karena perbuatan manusia itu (shalih atau tidak -red) tergantung pola pikirnya. Dan juga, murid itu harus yang mendatangi gurunya. Jangan terbalik. Bahkan ulama’-ulama’ terdahulu sampai mendatangi gurunya hingga pergi jauh meninggalkan negerinya demi mengejar ilmu dari gurunya”. Uminya yang mendengar, lantas melontarkan pertanyaan “Kok tahu kak ?”. “Lha di acara SaTu Insantama kan diceritakan mi, tentang perjuangan Imam Syafi’i dan Imam Bukhari saat mencari ilmu dan bersikap terhadap gurunya” Fulan menjelaskan dengan polosnya. Uminya sebenarnya pengen senyum tetapi ditahan (jaim hehe… 😁). Sembari sangat bersyukur. Alhamdulillah, semoga ilmu yang didapat dari Satu Insantama berkah dan bermanfaat bagi semua siswa SMPIT Insantama. Aamiin

SaTu Insantama
Unforgettable Moment