Reportase Pra Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) SDIT Insantama: Leadership for Champions

LANGKAH KECIL MENUJU LANGKAH BESAR

“Perjalanannya lumayan seru dan menantang, terasa jauh dan semangat bersama teman-teman yang lainnya”, jelas ananda Ghiyaats, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan jalan berkeliling Kebun Raya Bogor, sebagai simulasi rencana perjalanan Taklukkan Bandung di awal bulan Oktober 2019 nanti. Acara yang dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 14 September 2019 itu wajib diikuti oleh semua siswa kelas VI dengan didampingi para guru kelas VI dan beberapa perwakilan orangtua siswa.

Simulasi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana para siswa mempunyai daya kekuatan berjalan dengan jarak lumayan jauh, sebagaimana yang akan mereka juga lakukan nanti di Bandung. “Pada acara Taklukkan Bandung: Leadership for Champions tanggal 2 – 4 Oktober 2019 nanti para siswa harus menempuh perjalanan jauh saat melakukan kegiatan di Masjid Salman ITB, UPI, dan juga Bosccha Lembang Bandung. Para siswa harus mempunyai daya kekuatan fisik yang oke. Simulasi hari ini bisa memberi gambaran kepada kami para guru untuk melihat stamina para siswa”, papar Bu Luluk Faridah, selaku PJ angkatan di kelas VI.

Memang ada yang berbeda di proses pembinaan siswa kelas VI pada tahun ini. Ada program kegiatan yang telah dirancang oleh Direktur Kesiswaan YIC Insantama, Bapak Karebet Widjajakusuma. Menurut beliau, perlu ada kesinambungan proses pembinaan siswa dari jenjang SD hingga SMA. “Kita sudah mempunyai alur pembinaan siswa yang matang dan baku di tingkat SMP dan SMA. Tahun ini kita coba proses alur pembinaan siswa di SD yang harapannya akan tersambungkan dengan pembinaan siswa di tingkat SMP dan SMA”, papar Bapak Karebet, menjawab pertanyaan terkait program LKD Taklukkan Bandung dari awak Kabar Insantama.

Program Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) SDIT Insantama dilatarbelakangi bahwa usia SD merupakan usia yang tepat untuk menggagas dan mendesain mimpi besar sehingga LKD ini diharapkan menjadi wahana untuk menciptakan kondisi mental para siswa. Di usia SD inilah juga diperlukan pengenalan jiwa kepemimpinan untuk merangsang mental siswa dalam menghadapi proses pendidikan di jenjang berikutnya.

Kegiatan LKD ini juga nantinya diperuntukkan untuk memberikan pengalaman praktis kepemimpinan dan manajemen siswa kelas VI, termasuk juga melatih sikap mental kemandirian agar siswa lebih siap menghadapi pendidikan di tahap berikutnya. Program LKD ini juga diharapkan mampu memberikan motivasi sukses Ujian Nasional (UN) yang insya Allah akan para siswa hadapi tahun depan.

Semua siswa terlihat bersemangat mengikuti simulasi LKD ini. Mereka juga sudah tidak sabar untuk segera mengikuti kegiatan LKD yang sebenarnya. Sebagaimana diungkap oleh ananda Annisa Fitri, siswa kelas VI C. “Kegiatan tadi (berkeliling Kebun Raya Bogor) sangat seru sampai kaki ana terasa sakit. Tapi tetap semangat. Pokoknya sudah tidak sabar untuk mengikuti LKD Taklukkan Bandung nanti”, jelas ananda Annisa saat ditanya kesannya mengikuti kegiatan simulasi LKD. Tidak hanya Annisa, semua siswa juga tidak sabar untuk segera menaklukkan Bandung. “Insya Allah akan menjadi pengalaman yang sangat berharga”, tambah ananda Fathan, siswa kelas VI D.

Langkah simulasi LKD Leadership for Champions berkeliling Kebun Raya Bogor diawali dari Lapangan Sempur. Di sinilah para siswa dikumpulkan dan diberikan aturan main serta motivasi. Bapak Diki Arta Damiky selaku PJ simulasi LKD, terus bersemangat memberikan motivasinya kepada para siswa. Siswa dikelompokkan ikhwan dan akhwat duduk berjajar rapi ke belakang berdasarkan kelas masing-masing.

Langkah-langkah kecil berkeliling Kebun Raya Bogor bermula dari menyisir Lapangan Sempur menuju arah terowongan yang letaknya persis di pinggir Sungai Ciliwung. Siswa ikhwan diperkenankan berangkat lebih dahulu yang kemudian diikuti kelompok siswa akhwat. Setiap kelasnya didampingi wali kelas masing-masing, kecuali kelompok siswa akhwat yang banyak juga didampingi Ibu-ibu Fosis. Siswa berjalan hanya menggunakan satu jalur sehingga terlihat mengekor panjang.

Dari arah terowongan, perjalanan diarahkan menuju pinggiran KRB ke arah samping jalan Pajajaran hingga para siswa melewati landmark baru Kota Bogor, yaitu sebuah bangunan pilar yang mirip dengan pilar zaman Romawi Kuno, bernama Lawang Salapan atau Gerbang Sembilan. Perjalanan diteruskan menuju arah samping jalan Otista, melewati depan mall BTM hingga menuju jalan Juanda. Rombongan siswa sempat beristirahat di seberang gedung Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Setelah beristirahat, rombongan terus berlanjut hingga sampai di terowongan semula dan semua siswa diberikan kesempatan beristirahat lagi sebelum kembali ke kampus Insantama.

Peluh dan keringat hampir membasahi seluruh tubuh para siswa. Beberapa kali para siswa diperkenankan istirahat untuk mengatur napas. Untuk menunjang fisik dan mental para siswa, mereka diperbolehkan untuk membawa pisang dan minuman infused water. Sesekali terlihat para siswa menikmati bekal mereka. Di tengah terik matahari pagi yang menyengat, semangat dan perjuangan mereka untuk menyongsong kegiatan LKD Taklukkan Bandung: Leadership for Champions menjadi saksi betapa mereka menikmati langkah demi langkah dalam menaklukkan Kebun Raya Bogor. Sebuah langkah kecil untuk menggapai langkah besar nantinya. Bandung.. tunggu kedatangan kami. Allahu akbar.. (NH. Tono)