SDIT Insantama mengadakan acara spesial untuk siswa kelas 6, “Mabit Sukses UMS 2018” pada Jumat 23 Pebruari 2018 lalu. Malam hari mereka diberi motivasi dan pembekalan menghadapi USM 2018 untuk meraih prestasi yang terbaik. Esok harinya, acara utama bermain dan menandatangani tekad bersama meraih sukses.  Seluruh siswa berkumpul di tengah lapangan  dipandu bapak guru. Matahari yang mulai bersinar, membuat hangat pagi itu yang malamnya di guyur hujan deras.

Siswa duduk melingkar di atas rumput berkelompok setiap kelas. Masing-masing membawa alat tulis dan selembar kertas di atas papan berjalan. Permainan ini dibuat untuk membangun konsep diri postif antar teman. Kertas diberi nama, kemudian diestafetkan  kepada teman di sebelah kanannya. Teman itu akan menuliskan hal-hal positif dari pemilik kertas tanpa menuliskan namanya.  Segala hal tentang sifat, sikap, karakter baiknya sebagai teman satu kelasnya. Begitu seterusnya, sampai kertas itu kembali ke pemiliknya.

+++++

Salah satu penentu dalam keberhasilan tumbuh kembang anak adalah konsep diri. Konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya. Konsep diri yang dimiliki seorang anak, dapat diketahui lewat informasi, pendapat, penilaian atau evaluasi dari anak lain mengenai dirinya. Ia akan mengetahui dirinya cantik, pandai, baik, ramah dan sebagainya  jika ada informasi dari orang lain mengenai dirinya.

Pandangan positif terhadap  kemampuan yang dimiliki membuat anak akan memandang dirinya juga secara positif. Pandangan ini akan membuat anak merasa mampu melaksanakan seluruh tugas, sebagai suatu hal yang mudah untuk diselesaikan. Jadi, penting sekali membangun cara anak memandang kualitas kemampuan diri yang dimilikinya. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan anak memandang dirinya secara negatif, lalu akan merasa seluruh tugas sebagai beban, suatu hal yang sulit untuk diselesaikan.

Konsep diri yang positif juga akan berpengaruh pada munculnya emosi positif, seperti kebahagian, kepuasaan, kebanggaan diri dan lainnya. Sebaliknya, konsep diri negatif akan berpengaruh pada munculnya emosi negatif, misalnya kesedihan, tekanan, tidak percaya diri dan sebagainya. Konsep diri positif akan menjadi salah satu sumber motivasi yang kuat. Sebaliknya, konsep diri negatif kerap menjadi sumber lemahnya motivasi. Seorang anak yang punya cita-cita bagus, punya konsep diri yang bagus,  biasanya akan  memiliki motivasi  yang kuat untuk mengembangkan potensinya atau meraih prestasinya.

+++++

Konsep diri pada anak agak berbeda dengan orang dewasa. Ini karena orang dewasa sudah melewati sekian proses kehidupan yang memungkinkannya untuk mengaktifkan kapasitas diri dalam membedakan sesuatu. Konsep diri pada anak antara lain diperoleh dari pendapat atau penilaian dari luar dirinya (teman, orangtua, guru dan lingkungan). Sebagian besar cara belajar anak itu melalui imitasi, mencontoh atau merefleksikan rangsangan dari luar yang diindranya. Maka, seperti kata Dorothy Law Nolte: “Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki, jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah, jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan, jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.”

Maka dari itu, orang tua mesti banyak menanamkan hal-hal positif pada anak  dan selalu berusaha mengurangi masukan negatif. Kata-kata dari orang lain berperan penting dalam proses pembentukan konsep diri, baik bagi orang dewasa, terlebih bagi anak-anak. Membangun konsep diri positif pada anak itu bagaikan mengukir di atas batu. Agak rumit memang, tapi akan terus membekas.

Apa yang dapat kita lakukan untuk menanamkan konsep diri positif pada anak kita? Berilah anak rangsangan yang membangkitkan. Bangkitkan jiwanya, besarkan hatinya, kuatkan iman dan mentalnya. Kita bisa memberikan bacaan yang menginspirasi, mengarahkan anak untuk mengidolakan tokoh-tokoh Islam yang hebat, nonton bareng film-film yang bisa mendorong anak untuk bersemangat meraih prestasi, menyediakan fasilitas pendidikan di rumah, mendiskusikan tugas-tugas sekolahnya dan lain-lain. Yang tak kalah pentingnya adalah bermain dengan anak dan  kita bisa memasukkan asupan-asupan positif saat hatinya senang.

Selain itu, bantu anak dalam mengungkap kelebihan-kelebihannya. Setiap anak itu istimewa, memiliki kelebihan masing-masing. Pahamkan tentang  pentingnya melawan ketidakpercayaan diri dan kemalasan, menyadari potensi dan kelebihan. Semua anak berpeluang menjadi juara. Inilah esensi dari kredo Insantama adalah Sekolah Para Juara.