Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

GFM Disapa, Literasi Menyala!

Oleh: Hanum Anindya Khansa, Tim Audiensi Maca Expo 8

Ruang sidang Departemen Geofisika dan Meteorologi (GFM) Fakultas MIPA IPB menjadi saksi semangat literasi yang menyala, Selasa, 23 September 2025 pagi. Sebelas siswa SMPIT Insantama Bogor hadir sebagai delegasi promosi Maca Expo 8, membawa energi, visi, dan harapan besar untuk menyuarakan literasi dan kepedulian terhadap krisis iklim.

Audiensi dimulai pukul 08.30 WIB hingga 10.15 WIB. Delapan dari sebelas siswa merupakan anggota ekstrakurikuler GEMA (Gerakan Membaca) yang tergabung dalam Tim Audiensi, sementara tiga lainnya dari Tim Media Maca Expo 8. Mereka didampingi oleh dua guru: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Iqbal Maulidi dan Guru Bahasa Inggris Angkatan Vectorius sekaligus penanggung jawab publikasi acara Hesti Mulatsih.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh para dosen GFM, di antaranya adalah Ketua Departemen GFM Dr. Ana Turyanti, dosen senior Dr. Idung Risdiyanto, serta dosen astronomi Dr. Ana

Acara dibuka oleh dua pembawa acara, Aliya Rahim Kurniawan dan Naura Khansa Khairunnisa. Aliya membuka dengan mukadimah penuh semangat, sementara Naura menyampaikan susunan acara dengan suara lembut dan artikulatif. Suasana audiensi pun langsung terbangun secara hangat dan profesional.

Sambutan dari Dr. Ana menjadi sorotan awal. Ia menyoroti pentingnya literasi dalam segala bidang, termasuk ilmu geofisika dan meteorologi. “Literasi terbatas bukan karena kekurangan bahan bacaan. Teknologi sudah mendukung, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa membaca alam memerlukan kemampuan literasi yang mumpuni.

Masuk ke sesi utama, dua presentator muda, Novfarizza Anifa dan Azkia Zikraya Qalby, tampil menyampaikan materi dengan percaya diri. Novfarizza menjelaskan makna Maca Expo serta relasinya dengan pembentukan karakter pemimpin masa depan.

Azkia melanjutkan dengan mengulas isu krisis iklim yang menjadi latar tema acara. Ia menekankan bahwa krisis ini bukan semata-mata masalah ilmuwan, tetapi tanggung jawab bersama. “Solusinya hanya akan efektif jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama,” tegas Azkia.

Keduanya memaparkan bahwa Maca Expo 8 mengusung tema Berliterasi untuk Bumi Lestari dan diagendakan terselenggara pada 7–8 November 2025 di SIT Insantama Bogor. Rangkaian acara akan mencakup pameran, talkshow, pentas seni, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi. “Kami berharap dukungan dari FMIPA IPB dan Departemen GFM bisa menguatkan pesan literasi dan kepedulian lingkungan ini,” ujar Novfarizza.

Setelah presentasi, MC kembali mengambil alih untuk memandu sesi diskusi dan ramah tamah. Dr. Idung menjadi penanggap pertama. Sembari menyeruput secangkir kopi, ia menyampaikan kenangan akan sekolah anaknya yang memiliki semangat serupa.

Ia menyatakan dukungannya dengan berencana membangun stan kolaborasi bersama himpunan mahasiswa. “Yang penting, jaga semangatnya,” ujarnya sambil tersenyum. Namun, ia mengingatkan bahwa semangat yang dimaksud bukan untuk push rank atau maraton serial, melainkan semangat untuk terus berliterasi.

Menariknya, Dr. Idung sempat menoleh ke arah Dr. Ana sebagai bentuk simbolik bahwa keputusan final ada di tangan ketua departemen. Dengan mantap, Dr. Ana menyatakan, “IPB sangat mendukung.”

Ia bahkan menyebutkan rencana untuk menghadirkan alat peraga dan wahana edukatif yang selaras dengan tema acara. “Acung jempol, mudah-mudahan lancar acaranya. Kalau punya sepuluh jempol, saya acungkan semua,” canda Dr. Ana, disambut tawa hadirin.

Diskusi berlanjut dengan penjabaran program kampus oleh Ketua Departemen. Ia menjelaskan arah kebijakan GFM dalam bidang edukasi dan kolaborasi masyarakat. Suasana diskusi terasa akrab, diselingi canda dan dukungan dari kedua guru pendamping.

Audiensi ditutup dengan doa bersama, sesi foto, dan pertukaran ucapan terima kasih. Semangat yang dibawa para siswa muda itu tampaknya meninggalkan kesan mendalam. Dukungan dari pihak Fakultas MIPA, khususnya Departemen Geofisika dan Meteorologi, menjadi suntikan optimisme bahwa Maca Expo 8 bukan hanya sekadar event sekolah, melainkan ajang inspiratif yang mampu menghubungkan sekolah, pemerintah, akademisi, dan masyarakat demi menyuarakan literasi dan menjaga bumi tetap lestari.[]

Karya Siswa lainnya