“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Q.S. Al Faathir: 29)

Akrab yang dalam KBBI dimaknai “dekat dan erat (dalam persahabatan)”, tentu untuk meraih predikat tersebut dibutuhkan “interaksi” yang sering. Apabila kita ingin menjadi sahabat Al Qur’an, maka kita harus berinteraksi dengannya sesering, sedekat, dan seerat mungkin dengan Al Qur’an.

Budaya mengakrabi Kalamullah inilah yang hendak diwujudkan oleh SIT Insantama kepada seluruh civitas akademikanya. Menggandeng metode TES dan sebelumnya ditrainingkan kepada para guru. Kini (Senin,03/02/20) metode ini ditrainingkan kepada siswa SMP.

Bertempat di Masjid Pendidikan Insantama, training diadakan dua sesi, untuk siswa ikhwan pada sesi pagi dan siswa akhwat seba’da sholat dhuhur. Lebih istimewa lagi, training ini langsung diampu oleh Ust. Ir. Muhammad Ismail Yusanto, selaku Ketua Yayasan Insantama Cendekia. Beliau memberikan semangat betapa luar biasanya insan bersahabat dengan Kalamullah.

Beliau juga menjelaskan betapa mudahnya mengikuti metode TES. Metode ini menggunakan cara-cara sederhana yang akan membuat kita dengan cepat akrab dengan Al Qur’an. Apabila anandas akrab dengan Al Qur’an maka mereka akan semakin mudah dalam mentadabburi dan menghafal ayat-ayat Kalamullah. Lebih-lebih anandas telah akrab dengan metode Qira’aty yang mengajarkan metode membaca Al Qur’an yang baik dan benar.

Kini anandas semua telah dikenalkan dengan metode TES. Semoga anandas dapat menjadi sahabat Al Qur’an dan Al Qur’an menjadi kawan akrab bagi anandas semua. Semoga anandas dapat menjadi buah limau yang harum mewangi dan manis terasa meresap hati, sebagaimana gambaran sosok insan yang mengakrabi Al Qur’an dalam hadits Rasulullah SAW. (Fajarudin212)