Reportase Khas
LKMA 2019
Sails to Egypt, Next to Emirates
3-13 November 2019

Day #3
Rabu, 6 November 2019
Universitas Al-Azhar
Masjid Imam Asy-Syafi’i
Masjid Ibnu Atha’illah as-Sakandari
Masjid Amru bin ‘Ash

Mulianya Mesir, Negeri Penuh Ilmu dan Jejak Para Ulama

Allahu akbar.. Allahu akbar..!!

Terdengar lantunan azan subuh yang merdu dikumandangkan oleh Rafi, teman kami. Rangkaian pagi hari ini dilaksanakan seperti biasa: Tahajjud, Shalat Shubuh, dan Tadarrus. Setelah Shalat Subuh, kami ditantang pembina untuk melakukan kultum mendadak, plus dengan multibahasa. Adla tampil dengan bahasa Indonesia, Hilmy dengan bahasa Arab, dan Azzam dengan bahasa Inggris. Dengan sigap mereka menyampaikan nasihat tentang pentingnya bersyukur.

Mengapa bersyukur? Sejak kemarin kami sudah mendapat banyak nikmat, dan sesuai janji Allah SWT bahwa jika kita bersyukur, Allah SWT akan tambah nikmat-Nya untuk kami. Dan tampaknya janji itu akan terbukti hari ini. Masya Allah.. Apa itu? Baca reportase ini ya..

Entah mengapa semakin berganti hari, perasaan kami semakin bahagia. Tantangan demi tantangan yang ada, semakin kami nikmati penyelesaiannya. Waktu seolah berlari kencang, memaksa kami untuk tetap terjaga. Namun dengan banyaknya ilmu dan destinasi yang belum kami kunjungi, antusiasme kami mengalahkan rasa lelah yang ada. Terlebih lagi hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Ehm. Hari ini kami akan ke Universitas Al Azhar Asy-Syarif.

Yes! Bi idznillah. Dari sekian banyak destinasi di Mesir, Universitas Al Azhar menjadi salah satu yang sangat kami tunggu. Bagaimana tidak? Universitas ini dikenal telah mencetak para alim ulama serta ilmuwan. Bisa dibayangkan jika kami mampu audiensi di sana, terlebih jika kami berkesempatan kuliah di sana. Datang dan bertemu dengan pimpinan al Azhar itu bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami, sangat sulit memang untuk bertemu dengan jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar.

Betapa dahsyatnya rencana Allah SWT. Kami mengajukan permohonan hanya beberapa bulan sebelum berangkat, dan kami mendapat kepastian dapat diterima untuk audiensi di Universitas Al-Azhar. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Helmy Fauzy, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, kami sangat beruntung untuk kesempatan yang langka ini. Alhamdulillah..

Ohya, tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang dalam atas perhatian dan bantuan fasilitasi KBRI dalam menembus semua lembaga dan instansi yang kami kunjungi.

Sesampainya di Universitas Al-Azhar, kami disambut hangat oleh Dr. Asma, Staf Pusat Pengembangan dan Pelayanan Studi Mahasiswa Asing Universitas Al-Azhar. Hadir pula Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Dr. Usman Syihab dan Bapak Cecep Taufikurrahman, MA, staf Beliau yang setia menemani kunjungan sedari awal kegiatan, termasuk di Al-Azhar hari ini.

Acara tidak langsung dimulai. Cukup lama kami menunggu. Tampaknya ada yang tidak biasa hari ini. Dan ternyata itu benar. Tiba-tiba kami semua dipersilakan untuk berdiri. Kemudian beberapa orang masuk. Tampaknya seseorang yang sangat dihormati di sini akan datang. Ternyata tanpa terencana sebelumnya, Wakil Grand Shaikh Universitas Al-Azhar berkenan datang menemui kami! Allahu Akbar!

“Al-Azhar sebagai penjaga Ilmu Islam sangat bahagia dengan kedatangan anak-anak di sini, terutama menambah kebahagiaan di tengah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selamat datang di bumi Mesir ini.” Prof. Dr. Shalih Abbas, Wakil Grand Shaikh Universitas Al-Azhar. Tidak hanya itu, beliau datang bersama Prof. Dr. Nahla El Sha’idi, Direktur Pusat Pengembangan Pembinaan Mahasiswa Asing Al Azhar sekaligus Dekan Fakultas Islamic Sciences Universitas Al Azhar. Masya Allah.. Kesempatan kali ini tidak kami sia-siakan. Di tengah waktu yang terbatas, Ust. Dr. Rahmat Kurnia mewakili delegasi memperkenalkan apa itu LKMA. Tak lupa, kami tampilkan seni angklung di hadapan para petinggi Universitas Al-Azhar As-Syarif.

Terima kasih telah mempertemukan kami dengan orang-orang ‘alim penuh ilmu yaa Rabb.. Terima kasih atas segala ni’mat-Mu ini..

Selepas audiensi di Universitas Al-Azhar, kami segera berangkat menuju Benteng Shalahuddin. Kami begitu terpukau ketika melihat betapa tinggi dan kokohnya benteng ini. Bangunan yang megah itu mengingatkan kami bahwa peradaban Islam dahulu adalah peradaban yang sangat maju. Kami pernah berjaya di bumi ini dengan kejayaan yang luar biasa hebatnya, dan kami sangat beruntung termasuk bagian dari ummat ini. Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberikan nikmat istiqomah dalam agama-Mu.

Usai menyaksikan kemegahan peradaban Islam, kami segera bertolak ke Makam Imam Asy-Syafi’i. Pandangan kami sedikit muram, melihat saat ini bangunan masih dalam tahap renovasi, sehingga kami hanya dapat melihat dari depan. Namun, hati kembali khidmat ketika sampai tepat di depan bangunan Makam Imam Asy-Syafi’i. Makam ini terletak di dalam kompleks masjid yang besar, dengan arsitektur khas India. Beliau merupakan salah satu dari 4 imam mazhab yang masyhur. Yatim sedari kecil, namun sudah hafal kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik di usia 12 tahun. Sudah pasti, ini menjadi motivasi bagi kami sebagai pemuda muslim untuk menjadi ahli ilmu Islam yang mengubah dunia. Allahu Akbar!

Tidak berhenti di sana. Setelahnya kami diarahkan menuju Masjid Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Di dalamnya terdapat makam dari Imam Ibnu Atha’illah as-Sakandari, salah satu tokoh sufi yang terkenal. Beliau juga penulis buku al Hikam yg menjadi salah satu rujukan pesantren. Tak lupa kami pun mendoakan Beliau. Amiin..

Perjalanan pun dilanjutkan. Kami sampai di tujuan akhir hari ini, Masjid Amru bin ‘Ash.
Masjid tertua di Mesir dan kelima di dunia. Kami salat jama’ qasar Zuhur dan Ashar di sini. Bangunan yang megah dan klasik ini seakan menggambarkan betapa agungnya Islam. Di tengah masjid terdapat lapangan berbentuk kotak, di tempat itu kami bersama mengabadikan momen. Kami mendapatkan kejutan dari alumni yang membawa shawarma, kebab khas Mesir. Masya Allah, lezat sekali makanan ini. Bentuknya yang besar dan panjang mengenyangkan kami di malam hari. Terima kasih banyak, kakak-kakak alumni insantama..

Dengan semua kisah sejarahnya, nama Amru bin ‘Ash menjadi motivasi tersendiri bagi kami. Kemuliaan itu memang hanya akan ada ketika kita berpegang teguh pada aqidah dan syariah Islam. Allahu Akbar!!!

Kami kembali ke hotel, beristirahat sejenak sambil mempersiapkan diri untuk agenda selanjutnya. Malam ini kami mendapatkan momen sangat penting, karena berkesempatan berdiskusi dengan kakak-kakak alumni Insantama. Kami manfaatkan dengan baik momen ini untuk menggali lebih dalam unsur SWOT dari Negeri Kinanah ini. Tidak sekedar berbagi ilmu, ternyata kakak-kakak alumni juga memberikan jus mangga bagi seluruh delegasi. Kami terharu betapa banyaknya kejutan dan ni’mat yang Allah SWT berikan di hari ini..

Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad, Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang senantiasa bersyukur kepada-Mu. Mudahkanlah kami dalam menimba ilmu dan pengalaman di negeri ini..

Teladani jejak para ulama..
Mumtazah fillah..
Allah.. Allah.. Allah..
Jayyid!

Reported by: Fathan Ramadhan