Rotan sepanjang dua meter itu disambung lagi dengan rotan yang panjangnya sama, lalu ditegakkan oleh sekelompok pemuda tanggung.  “Ayo… ayo cepat naikan, tahan yang benar,  jangan sampai lepas, nah begitu dong,” seru Wildani memberikan komando kepada kelompok ikhwan.

Tampaknya sambungannya kurang kuat sehingga rotan pun melengkung ke bawah. “Ahhhhh rotannya masih lemas, coba dilapisi dengan menggunakan rotan yang lain!?” serunya.

Di lokasi berdekatan, aktivitas serupa dilakukan pula oleh kelompok akhwat.

Keseriusan dan kekompakan tergambar dari pergumulan sekitar 120 siswa-siswi kelas X yang tengah mengikuti kegiatan pembekalan Team Building II, Ahad (14/01/2018) di lapangan kampus SIT Insantama Gunung Batu.

“Diharapkan terjalin komunikasi yang baik di dalam tim, menyambung rasa kebersamaan, saling menguatkan dan memadukan pikiran sehingga tercapai keinginan bersama sehinga nanti diharapkan anak-anak ini memiliki team work yang bagus dan berkualitas,” Wakasek Kesiswaan SMAIT Insantama Ustadz Ahmad Subadri.

Menurutnya tantangan ke depan yang akan dihadapi mereka akan semakin banyak dan beragam. Banyak kegiatan yang membutuhkan kebersamaan dan kecakapan dalam memutuskan sebuah keputusan sehinggga program yang dirancang bisa dijalankan secara baik dan benar.

Untuk membentuk team building kali ini tugas mereka adalah mendirikan tiang rotan setinggi-tingginya. Masing-masing rotan panjangnya 2 meter dan harus disambung-sambung untuk mendapatkan tinggi yang maksimal. Kemampuan siswa-siswi dalam mengikat untuk menyambung rotan menjadi salah satu hal yang menentukan.

Tampak jelas keseriusan yang tergambar dari wajah-wajah mereka saat mendengarkan pengarahan Ustadz Subadri.

Team building adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan bersama untuk mengembangkan kerja sama dalam kelompok untuk mencapai sesuatu yang sama-sama diinginkan dalam kelompok tersebut. Yang menjadi perhatian disini adalah kemampuan kalian untuk membuat komunikasi yang baik, kepercayaan yang kuat dengan teman, memiliki motivasi yang sama. Hasil akhirnya diharapkan kalian akan menghasilkan kerja tim pada pengelolaan yang benar akan menghasilkan hasil akhir yang lebih efektif dibanding dengan kerja perorangan,” Ustadz Subadri di depan seluruh siswa-siswi.

“Tentunya akan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bisa menjadi satu tim yang kuat dan berkualitas, terlebih kalian berasal dari daerah yang berbeda, ada dari Jember, Probolinggo, Riau, Kalimatan, Bogor, Tangerang, Jakarta, Depok, dan lain sebagainya. Kalian harus memiliki visi yang sama, bisa menjadi pendengar yang baik sampai teman kalian menyelesaikan menyampaikan gagasannya serta mampu merespon secara baik apa yang disampaikan. Kemampuan kalian secara bersama akan membuat misi kalian hari ini akan bisa terlaksana secara baik. Selamat bekerja sama,” penjelasan Ustadz Subadri menjelang anak-anak melakukan kegiatannya.

Mulailah seluruh tim melakukan kegiatan masing-masing. Ada yang mengambil tali untuk pengikat. Mengambil rotan untuk disambungkan. Meratakan sambungan sehingga bisa diikat secara baik dan kuat. Menghitung pembagian tiang untuk diikatkan tali yang akan dijadikan sebagai alat untuk memegang rotan sehingga rotan bisa ditarik dan ditahan untuk bisa berdiri secara utuh. Ada yang bersedia memberikan aba-aba untuk mengomandoi seluruh anggota tim untuk seia sekata dalam merampungkan misi tim.

Sekitar berjuang beberapa jam, tim mampu mendirikan rotan setinggi 9 meter. Sebuah prestasi yang sangat dibanggakan. Kerja sama seluruh anggota tim yang dengan kesadaran sendiri mampu menghilangkan ego, mampu berkerja sama, mampu mendengarkan masukan dari anggota tim yang lain, menjalin komunikasi dengan seluruh anggota tim, kemampuan komandan memberikan arahan dan bimbingan kepada anggota tim sehingga bisa kompak.

“Alhamdulillah akhirmya selesai juga dan kami bisa mendirikan rotan setinggi 9 meter. Kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat, kami sangat menyukainya dan menikmati setiap sesi dalam kegiatan. Banyak hal positif yang bisa kami ambil seperti menjali kebersamaan, kerja sama, dan menumbuhkan rasa saling mempercayai satu sama lainnya,” ujar Hafidhuddin Hammam, siswa kelas X-2.

Hal yang sama juga disampaikan Bilal Anugrah Ditama. Dirinya mengatakan sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena sangat bermanfaat untuk mengisi waktu, bisa melatih kemandirian, kecepatan berpikir dan memutuskan, saling memberikan motivasi dan sama-sama bersemangat dalam menyelesaikan tugas yang diemban.[]