Idho’atul Waqti Asyaddu minal Mauti
Ringkasan Khutbah Jum’at
Masjid Pendidikan Insantama

Waktu sungguh sangat berharga. Maka menyia-nyiakan waktu adalah puncak kerugian. Bahkan menyia -nyiakan waktu dikatakan lebih berbahaya dari kematian.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ibnu Qoyyim Al Jauzi :
“Idho’atul Waqti Asy-syaddul Mauti…, Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya”.

Jika seseorang sering menyia nyiakan waktu secara terus menerus maka sebenarnya dia sudah tidak ada mafaatnya bagi hidupnya. Keberadaannya tidak ada pengaruh dan manfaat bagi dirinya dan sekitarnya. Oleh karenanya Allah SWT mengingatkan dan bersumpah atas nama waktu di berbagai surat: Wadh-Dhuha, Wal-Laili, Wal-‘Ashri, dan seterusnya.

Waktu adalah nafas yang tak akan kembali, demikianlah pepatah Arab betapa pentingnya waktu itu.

Sedangkan orang orang yang beriman maka dia sangat menghargai waktu. Hidupnya untuk berbuat taat kepada Allah terus menerus.

Simaklah perkataan Ibnu Mas’ud: “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Maka Imam Ibnu Qayyim Al Jauzi: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik maka pasti akan disibukkan dengan keburukan.”

Pesan Rasulullah SAW:
“Ada dua kenikmatan yg banyak menipu manusia yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.”

20 Desember 2019
Ustadz Sanudin, S.Th.I