Yuk Menjadi Orangtua dan Guru Shalih

63

“Insantama sangat terbuka dengan perkembangan metode dan teknis pendidikan.  Kita juga berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas SDM, terutama para guru yang merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan. Dan pada kesempatan ini, Bapak-Ibu Guru bersama pasangannya selama dua hari akan mengikuti Program Sekolah Pengasuhan Anak. Suatu program pelatihan yang bisa memberikan pendekatan-pendekatan praktis terhadap pendidikan anak…”

Demikianlah sebagian kata pembuka Ketua Yayasan Insantama Cendekia, Bapak H. Ismail Yusanto, ketika membuka acara training guru yang bernama Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) pada 13 dan 14 Februari 2016 di Auditorium SIT Insantama beberapa waktu lalu.

Acara yang diikuti oleh  236 peserta yang terdiri dari para guru, mulai dari Unit PAUD, SD, SMP, SMA dan Boarding, juga dihadiri oleh Pengurus Yayasan dan para Manajer Unit.  Tidak seperti biasanya, pada pelatihan kali ini, para guru diminta untuk mengajak serta pasangannya.  Mengapa?  Karena pelatihan ini berbasis pendekatan terhadap anak dalam suasana pendidikan di lingkungan rumah dimana Umi dan Abi selaku orangtua dan guru bagi Sang Anak.  Sebagai sebua uslub (cara) pendekatan di rumah, tentu juga diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan sekolah.

Acara yang dipenuhi dengan tawa namun juga haru telah mampu membuat para peserta bertahan selama 2 hari dari pukul 07.30 hingga 18.00.  Sang Fasilitator yang akrab dipanggil Abah Ihsan (Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari), benar-benar mengaduk-aduk perasaan dan menggelitik ruang berpikir para peserta tentang hakikat anak dan peran orangtua.

Subhanallah…. ini benar-benar “kado buat para guru” yang sangat bermanfaat bagi guru yang berperan sebagai orangtua di rumahnya dan juga di sekolah.  Barakallah… []