Kilat berkali-kali menyambar disertai gledek yang menggelegar. Hujan badai pada Jum’at (30/10) sore itu membuat beberapa pohon terkapar dan beberapa kaca pecah menyebar. Persiapan untuk melepas keberangkatan delegasi LKMA Swings to Japan nyaris bubar. Tetapi, panitia tetap bersabar.

Padahal, persiapan untuk melepas keberangkatan delegasi LKMA Swings to Japan sudah 90 persen rampung, baik dari sisi dekorasi maupun penampilan,  sebelum akhirnya puting beliung datang berkunjung.

Persiapan yang sengaja di-design khusus oleh adik-adik kelas peserta LKMA ditata apik supaya memberikan kesan yang membekas benar-benar menjadi barang bekas, karena dekorasi yang seharusnya rampung maghrib,  25 persen rusak dan banyak yang tak bisa digunakan lagi.

Namun, cobaan itu tak lantas menyurutkan semangat mereka. Meskipun hujan belum berhenti ditambah lagi aliran listrik mati, mereka mulai mendekorasi lagi. Ruang Auditorium fokus mereka dandani dengan beberapa lilin yang menemani hingga nyaris pagi.

Melepas Keberangkatan

Alhamdulillah, tak sia-sia pekerjaannya rampung dengan sempurna. Nuansa Jepang sudah memenuhi ruangan Auditorium, tempat pelepasan dilaksanakan. Pagi hari, orang tua dari para delegasi LKMA mulai berdatangan, staf SIT Insantama pun banyak pula yang hadir. Alumni Insantama, tokoh masyarakat, perwakilan Badan Wakaf Al-Quran (BWA), perwakilan Garuda Indonesia, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor juga tak mau absen.

“Inilah the power of dream dan the power of du’a. Garuda bangga menerbangkan kalian untuk mewujudkan mimpi besar kalian. Kalian sangat inspiratif buat kami,” tutur Refky Riyantori, Manajer Senior Korporat untuk Penjualan Premium dan Komunitas Garuda Indonesia, saat menyampaikan wejangan penuh motivasi.

Tak mau ketinggalan, Dinas Pendidikan Kota Bogor juga memberikan apresiasi. “Ini sekolah yang luar biasa, semuda ini sudah berprestasi di atas sekolah-sekolah yang ada di Bogor khususnya dan kegiatannya juga sudah internasional. Saya datang ke sini, selain ditugaskan mewakili Walikota dan Kepala Disdik, juga karena ingin tahu apa rahasia sekolah ini bisa jadi seperti ini,” ungkap Fakhruddin, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Serangkaian acara pelepasan pun dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan yang berpadu dengan kreativitas, kemeriahan dan keharuan. Persembahan puisi kreatif, penyerahan Surat Persahabatan dari SDIT Insantama Bogor untuk SD Takenosato Kyoto, penyerahan cinderamata khas LKMA dari kelas XII untuk adik-adik kelasnya sebagai tanda bahwa mereka juga kelak akan menaklukkan Jerman (kelas XI) dan Turki (kelas X).

Walau badai menghadang… ternyata usaha adik-adik yang pantang menyerah untuk menggelar acara pelepasaan kakak-kakaknya berbuah kebahagiaan juga untuk mereka. Allah SWT menggantinya dengan sesuatu yang tidak mereka sangka-sangka. Ternyata kedatangan Garuda Indonesia ke Insantama bukan sekedar melepas keberangkatan delegasi LKMA saja, tetapi juga melakukan penandatanganan kerja sama strategis antara Garuda Indonesia dan Insantama.

Kerja sama ini memberikan keuntungan juga bagi Insantama. Pasalnya, Garuda siap melayani jika LKMA-LKMA berikutnya akan melakukan penerbangan. Bahkan, tak diduga Garuda akan membuka trayek baru ke Frankfurt Jerman. Informasi ini sekaligus menjadi jawaban atas doa siswa kelas XI yang akan LKMA ke Jerman. Bahkan untuk penerbangan LKMA Swings to Japan, Garuda memberikan diskon 15% bagi seluruh delegasi LKMA.[]