“Masjid adalah tempat paling baik dan paling dicintai Allah Swt di muka bumi ini”. Demikian petikan tausiyah Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, yang biasa dipanggil Ustadz Didin, saat peresmian Masjid Pendidikan Insantama  (MPI) pada 23 Januari lalu, mengutip hadits shahih riwayat Muslim, “Tempat paling dicintai Allah di negeri-negeri adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah di negeri-negeri adalah pasar-pasarnya”. Peresmian MPI itu sendiri ditandai dengan pembukaan selubung nama dan penandatanganan prasasti oleh Walikota Bogor Dr Bima Arya dan doa oleh Ustadz Didin.

Jadi, bukan kebetulan bila MPI menjadi bangunan paling bagus di kampus SIT Insantama Pusat. Memang dari awal kita menginginkan seperti itu. Maka sejak tahap desain, pemilihan bahan dan pengerjaan dilakukan dengan seksama agar benar-benar menjadi bangunan terbaik. Begitu juga, bila ada bangunan yang paling nyaman, itulah juga masjid. Maka, sengaja seluruh ruangannya dibuat full AC dengan karpet tebal dan kebersihan yang sangat terjaga, yang insya Allah akan membuat kita betah ada di dalamnya.

Tak heran bila berulang terlontar ucap kekaguman dari mulut Pak Walikota dan Ustadz Didin saat meninjau MPI itu mulai lantai dasar yang menjadi ruang penerimaan tamu (front office) dan perpustakaan serta laboratorium, dilanjutkan ke lantai 3 dan berakhir di lantai 2. “Subhanallah, subhanallah bagus sekali”.   “Mestinya begini masjid sekolah itu. Hanya sekolah yang bagus, yang menyiapkan masjid yang bagus,” ucap Ustadz Didin lirih.

Tentu saja kita tidak akan berhenti hanya sampai pada bangunan yang berkualitas. Kita ingin juga agar fungsi masjid sebagai sentra ibadah, pendidikan dan pembinaan benar-benar bisa berjalan dengan baik, sehingga salah satu makna keterpaduan dalam kata Sekolah Islam Terpadu (SIT), yakni pendidikan di sekolah, masjid dan pesantren bisa benar-benar terwujud. Dan dari sana, insya Allah, bisa dicapai visi Insantama sebagai sekolah yang bermutu tinggi dan unggul di Indonesia.  Untuk itu, telah dilantik pengurus Takmir MPI yang dipimpin oleh Imam Besar Ustadz Dr Rahmat Kurnia dengan  imam muaqat dan muazin yang dipilih dari siswa terbaik.[]