Dalam rangka menyambut agenda Smart Teen Competition (Smention) 2019, pagi ini (23/02) para santri IBS Insantama mendapatkan suntikan tsaqofah dari mudir IBS Insantama, Ust. Muhib. Even akbar tahunan yang diselenggarakan Osis SMAIT Insantama kali ini, mengambil tema yang berkaitan dengan konservasi lingkungan, “Save Our Nature, Achieve The Bright Future”.

Kalo kita bicara konservasi lingkungan, Islam justru yang pertama membicarakannya”. Kata Ust. Muhib di awal ceramahnya. Beliau kemudian mengutip beberapa dalil baik dari Al-Quran maupun hadist yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.

Yang paling berhak mengelola bumi adalah manusia.” Kata Ust. Muhib, seraya mengutip salah satu ayat, Inni jaa’ilun fil ardhi kholifah (Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi) (QS. Al-Baqarah: 30).

Namun ternyata tidak semua manusia mampu mengemban amanahnya sebagai pengelola bumi. Tidak sedikit di antara mereka yang justru malah berbuat kerusakan di muka bumi ini. Terjadinya banjir, longsor, kebakaran hutan dan sebagainya disebabkan oleh oleh perilaku manusia yang tidak amanah.

Lihat yang buang sampah di sungai siapa, jin atau manusia?, yang ngotorin boarding, jin atau manusia?” Tanya Ust. Muhib kepada para santri.

Ust. Muhib kemudian mengutip firman Allah SWT, “dzoharol fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aidinnasi.”(Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia). (QS. Ar Ruum41).

Padahal Allah SWT melarang manusia dari berbuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana yang Allah firmankan , “walaa tufsiduu fiil-ardhi ba’da ishlaahihaa”(dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi) (QS. Al-A’raaf:56)

Islam datang mengarahkan perilaku manusia agar mereka menetapi tujuan mereka diciptakan. Karena, tidaklah Allah menurunkan Islam melalui rasul-Nya kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah SWT berfirman, “Wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil alamiin”(Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam) (QS. Al-anbiya’:lO7).

Ust. Muhib kemudian menjelaskan bahwa Islam ini akan membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk alam tumbuhan, hewan serta manusia. Lebih dari itu, menurut Ust. Muhib kepedulian terhadap lingkungan bisa menjadi salah satu indikator keimanan. Berdasarkan hadist, “Al-imanu bid`un wa sab`una baban fa adnaha imatat al-adha `an al-tariq” (Iman itu mempunyai 70 cabang lebih. Cabang terendah adalah menyingkirkan duri (sesuatu yang berbahaya) dari jalan).

“Ketika seseorang menyingkirkan sesuatu yang berbahaya di jalan, yang jalan tersebut senantiasa dilewati manusia, maka itu artinya orang tersebut sudah peduli terhadap lingkungan” jelas Ust. Muhib.

Melalui pembekalan tsaqofah ini, seluruh santri di harapkan mampu meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar. Karena ternyata Islamlah pelopor dalam hal perlindungan dan pelestarian lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan tentu saja bukan sebatas bahwa hal itu akan bermanfaat bagi kehidupan mereka, akan tetapi hal tersebut juga merupakan dorongan keimanan melaksanakan perintah Allah SWT. (Kur)