Reportase Khas
Pra-LKMA Journey The Java
4-14 April 2019

Day #3, 6 April 2019
Institut Teknologi Bandung

Memulai Perjalanan, Memantapkan Niat

‌”Biasanya anak SMA hanya pulang-pergi dari sekolah, tapi kalian mampu menembus batasan yaitu menaklukkan negara Mesir”

Alhamdulillah, pukul 2 pagi delegasi pra-LKMA tiba di Bandung dengan selamat. Manajemen waktu sangat penting dalam kegiatan ini. Karenanya, tanpa berlama-lama kami langsung mendirikan shalat tahajjud di Masjid Salman ITB. Di masjid inilah kami akan menginap hingga esok hari.

Selesai tahajjud dan bersih-bersih diri, adzan Shubuh berkumandang. Kami kembali merapatkan barisan, melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah. Tak lupa kamipun harus mengisi perut kita agar kuat beraktifitas sepanjang hari. Sarapannya tentu di Warung Ideologis, warung yang sudah dikunjungi sejak pra-LKMA kakak kelas kami. Selain harga yang murah, Warung Ideologis juga menyediakan makanan yang lezat untuk disantap. Mantap pokoknya..
😋😋😋

Setelah menyantap sarapan, delegasi kembali ke Masjid Salman. Salat Dhuha tidak lupa dilakukan sebelum memulai presentasi di hadapan tim asrama Institut Teknologi Bandung. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB. Dengan penuh semangat, Laura Azra dan Najwa Aliawieza selaku MC membuka acara hari ini.

Acara dimulai dengan tayangan video LKMA 2018 yang sangat membanggakan tersebut. Dilanjut dengan sesi yang kami tunggu-tunggu, yakni presentasi program LKMA 2019 yang dipersembahkan oleh Zaid Ali, Adla Idris, dan Muhammad Hilmy.

Selanjutnya kami disuguhkan dengan presentasi dari kakak-kakak mahasiswa aktivis Masjid Salman ITB. Kami dibuat takjub dengan beragam program dibuat oleh DKM Salman demi menjaga mahasiswa dari beragam pemikiran yang liberal. Kegiatan yang diadakan DKM Salman demi menjembatani antara ilmu sains dengan Islam. Ada salah satu program asrama Institut Teknologi Bandung yang juga bagian dari DKM Salman, yakni Asrama Mengembara. Kegiatan ini sudah diadakan sejak tahun 2012. Pada tahun 2018 mereka memasang target baru yakni menaklukkan Negeri Sakura. Alhamdulillah, awal Januari 2019 mereka berhasil melakukan kegiatan tersebut, kegiatan ini diadakan untuk melakukan studi komparasi terkait pengolahan sampah antara Jepang dengan Indonesia.
👍👍👍

SMAIT Insantama kembali mendapat pujian untuk program akhir bagi murid-muridnya. “Menjadi extraordinary person. Teman-teman mencari nilai perjuangan. Ketika ada teman-teman yang ragu, eratkan tali ukhuwah dan yakin akan nasrullah,” ucap salah seorang dari tim Asrama Mengembara sekaligus mengakhiri acara diskusi sesi pertama.

Rasa lesu karena lapar kini telah tergantikan oleh senyuman yang mengembang di setiap sudut wajah kami. Ya, apalagi kalau bukan saatnya makan siang yang sangat dinanti perut sedari tadi. Bermacam-macam makanan lezat telah terhidang di kantin, alhamdulillah. Kumandang azan memanggil jiwa-jiwa untuk bersujud pada Sang Maha Kuasa. Sebagai calon pemimpin, kami segera mengambil air wudhu dan melaksanakan salat Zuhur tepat waktu.

Selepas bermunajat pada Ilahi, delegasi diarahkan untuk berbaris kembali. Waktu telah menunjukkan dimana delegasi harus menginjak ke acara berikutnya. Kaki telah siap melangkah berkeliling mengobservasi lingkungan kampus, dipandu oleh beberapa alumni SMAIT Insantama yang sekarang melanjutkan pendidikan di ITB dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Bandung. Kami bersyukur karena bisa mendapat banyak wawasan mengenai kampus yang terkenal bergengsi ini.

Tak terasa, hampir setengah wilayah kampus telah disusuri. Sampailah para delegasi di sebuah lahan kosong kecil disamping gedung yang dibuat oleh secara khusus oleh PT. Freeport. Di sanalah para delegasi diberi kesempatan melepas penat. Eits, jangan salah, bukan hanya untuk beristirahat saja. Pak Karebet, selaku pembina mengarahkan para delegasi untuk duduk secara berkelompok dan berpresentasi dihadapan alumni sekaligus untuk ajang latihan presentasi yang sebenarnya. Selain itu, para delegasi juga diarahkan agar berdiskusi dan sharing dengan para alumni.

“Mungkin kita dimasukkan di suatu tempat, katakanlah mungkin kampus, bukan karena prestasi kita, namun kita dikirim Allah ditempat tersebut karena kita dinilai mampu untuk menyebarkan kebaikan, jadi sabar dan terima semua akan ketetapan Allah.” Kak Syinai, mahasiswi astronomi ITB, alumni SMAIT Insantama angkatan 2 menyampaikan motivasi.
😇

Setelah sesi diskusi dan sharing selesai, saatnya melanjutkan kembali perjalanan ke Masjid Salman ITB untuk rehat sejenak. Tak lupa sebelumnya kami menyempatkan diri berfoto bersama di tempat yang menjadi icon dari ITB.

Malam berganti. Setelah memasuki waktu isya’ kegiatan masih terus berlanjut. Meski lelah sudah terasa, akan tetapi delegasi tetap menjaga stamina dan mengikuti kegiatan hari ini hingga selesai. Kegiatan berikutnya yakni forum sharing bersama Dra. Sri Wahyuni, Konselor Lembaga Konseling ITB, yang dipandu oleh Rusydi Ahsan dan Akmal Ghani sebagai MC. Seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, kami juga menampilkan presentasi khas LKMA 2019 yang dipresentasikan oleh Alfi Majiidah, Jasmin Nur Hanifa, dan Nurul Qamariah.
👍👍

Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan sangat lancar. Berakhirlah perjalanan hari ini, esok pagi akan masih banyak lagi perjalanan yang jauh lebih padat dan lebih sulit dibandingkan hari ini. Meskipun begitu, biidznillah, kami pasti bisa!
✊✊✊

Reported by: Jasmin dan Zarkasya