“Apa itu majalah dinding atau mading?” tanya Pak Nono Hartono, pembina Jurnalis Club, kepada 59 siswa kelas pemula Jurnalis Club dalam pelatihan pembuatan mading, Jumat (9/2) di SDIT Insantama, Bogor.

Suasana pun jadi riuh dengan jawaban yang bersliweran dan menjadikan tidak jelasnya jawaban yang disampaikan peserta.  Akhirnya, Pak Nono melanjutkan. “Mading merupakan salah satu jenis media komunikasi massa tulis yang paling sederhana.  Disebut majalah dinding karena di dalamnya terdapat informasi yang prinsip dasarnya seperti ‘majalah’, dan ‘dinding’ karena biasanya pada penyajiannya mading dipampang pada dinding.”

Sejenak para siswa mencoba mengamini dengan penjelasan yang disampaikan Pak Nono.  Namun, tidak sedikit para siswa yang sepertinya baru mengerti makna dari mading.

Secara umum, pelatihan terbagi menjadi 2 kelompok.  Kelompok pertama berisi 59 orang siswa yang baru memilih Jurnalis Club sebagai pilihan ekspresinya dan karenanya dimasukkan ke dalam kelas pemula.  Kelompok kedua berisi sebanyak 27 orang siswa yang memilih untuk kedua kalinya pilihan ekspresi Jurnalis Club dan kemudian dimasukkan dalam kelas lanjutan.

Tahun ini kegiatan ekspresi Jurnalis Club menjadi ekspresi dengan jumlah pilihan terbanyak dibandingkan dengan kegiatan ekspresi lainnya, dengan total siswa yang memilih sebanyak 86 orang siswa.

Secara umum materi pelatihan pembuatan majalah dinding berisi tentang pengorganisasian mading, bagian-bagian mading, peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan mading, pengertian dan fungsi layout, langkah-langkah pembuatan mading, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mading.  Di akhir materi, para siswa juga diperlihatkan contoh majalah dinding: ada yang berisi 1 dimensi, 2 dimensi, dan yang paling terbaru adalah majalah dinding dengan gaya 3 dimensi.  Semua memberikan inspirasi bagi para peserta untuk membuat majalah dinding.

Dalam pelatihan tersebut diadakan pula simulasi pembuatan mading.[]