“Semoga Antum semua menjadi anak shalih dan shalihah yang berkepribadian Islam (syakhsiyyah islamiyyah).  Insya Allah siswa yang akan melanjutkan ke SMPIT Insantama, karakter itu akan semakin dikuatkan dan bagi siswa yang akan melanjutkan ke SMP lain diharapkan untuk tetap istiqamah dengan apa yang selama ini sudah dibentuk dan diarahkan oleh guru-guru di Insantama.”

Itulah intisari dari pesan yang disampaikan Ketua Yayasan Insantama Cendekia (YIC) Muhammad Ismail Yusanto pada acara Pesantren Wisuda hari ke-2 siswa kelas VI SDIT Insantama, Ahad, 13 Mei 2018.  Pesan terakhir dari ketua yayasan ini diharapkan menjadi pengingat para siswa kelas VI yang akan lulus dari SDIT Insantama.

Rangkaian kegiatan Pesantren Wisuda itu sendiri sudah berlangsung sejak sehari sebelumnya dan menandakan pecah telurnya kegiatan Pesantren Wisuda yang baru terlaksana setelah menunggu 11 tahun lulusan SDIT Insantama.  Sebagaimana ungkapan Direktur Kesiswaan YIC Karebet Widjajakusuma di laman grup Pesantren Wisuda Pioneer, “Mabruk, jayyid, mumtaz…  Pesantren Wisuda ‘pecah telur’, sukses penuh berkah.  Selamat kepada Unit SD.”

Memang, baru di angkatan 12 tahun 2018 inilah acara Pesantren Wisuda bisa dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan serupa baik di kelas IX unit SMPIT Insantama maupun di kelas XII unit SMAIT Insantama.

Kegiatan Pesantren Wisuda adalah kegiatan yang digagas oleh Bapak Karebet Widjajakusuma, selaku Direktur Kesiswaan Yayasan Insantama Cendekia, sebagai bentuk rangkaian pembinaan akhir siswa di masing-masing unit.  Para siswa yang akan lulus di setiap unit akan mendapatkan sentuhan tangannya untuk semakin menguatkan karakter seperti apa lulusan SIT Insantama.[]