Jika biasanya liburan yang ditunggu, maka bagi siswa insantama, yang mereka tunggu adalah saat masuk kembali ke sekolah. Itulah yang dikabarkan oleh beberapa orang tua pada guru kelasnya.

Bukannya sekedar canda tawa bersama teman-teman, bukan pula karena asyiknya belajar dengan segala macam keunikan metodenya. Juga bukan karena banyak acara yang menarik seperti HKS, IMD atau aneka ekspresi. Tapi karena sebagian besar anak-anak tahu bahwa guru-guru akan menyambut mereka dengan sesuatu yang seru.

Dulu pernah disambut dengan guru yang mengenakan aneka kostum profesi. Pernah juga disambut dengan kehadiran panglima Cheng Ho dan pahlawan Islam lainnya. Lalu siapakah kini yang menyambut siswa di hari pertama? Ternyata siswa disambut dengan hadirnya beberapa pahlawan nasional ; pejuang-pejuang Islam yang telah bejuang, berjihad mengusir penjajah.

Para pahlwan ini diarak keliling lapangan menggunakan bentor, angkutan bak yang ditarik menggunakan motor. Alunan musik yang penuh semangat, menyambut kedatangan setiap pahlawan yang datang. Pembacaan deklamasi mengenai kehebatan-kehebatan sang pahlawan, menambah suasana semakin semarak dan menggemberikan.

Pahlawan yg hadir menyambut siswa saat itu adalah : Jendral Sudirma, Sultan Hasanudin, Kapten Patimura, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, dan Teuku Umar. Seluruh siswa memperhatikan dengan cermat para pahlawan yang ditampilkan. Dan sebelum acara penyambutan ini berakhir, seluruh siswa bersalaman takzim dengan para pahlawan nasional ini.

Manajemen, Guru-guru dan seluruh staf menyadari betapa pentingnya kesan pertama saat siswa mulai masuk sekolah kembali. Kesan yang baik, yang menggembirakan dan menceriakan diharapkan akan memompa semangat siswa dalam belajar. Untuk itulah seluruh guru bahu membahu, bekerja keras menciptakan hal-hal kreatif dalam menyambut siswa. Tentunya dengan harapan kesan yang mendalam ini akan turut membantu membentuk kepribadian Islam yang ditanamkan. Melalui penjelasan dan penggambaran betapa hebat dan mulianya para pahlawan Islam, diharapkan siswa mempunyai keinginan untuk mengikuti jejaknya. Allohu Akbar