LDK II SMPIT Insantama Bogor TAKLUKKAN BOGOR Sesi II

250
Dan Rantai Gajah Itu Terputus Sudah “Setiap kemenangan membutuhkan pengorbanan.”, Optimus Prime Perjalanan kembali ke SIT Insantama yang meliputi separuh perjalanan LDK II adalah perjalanan terberat. Ketika fisik dan konsentrasi berada di level terendah. Disiplin adalah kunci agar berhasil hingga sampai garis finish. Di Museum PETA, peserta LDK II mendapatkan sambutan dari pihak museum. Longmarch adalah tradisi para pejuang, sebagaimana dahulu Panglima Besar Soedirman melakukan longmarch dan menggariskan gerilya untuk melawan invasi Belanda. Ramah tamah itu kemudian dilanjutkan dengan makan siang dan sholat Dhuhur berjamaah. Setelah berfoto bersama di Monumen PETA, para peserta kembali melanjutkan perjalanan. Etape pertama kawasan-kawasan populer di Kota Bogor, yaitu Taman Paranginan yang dilanjutkan dengan menyusuri perkampungan Sempur. Di kampung Sempur ini peserta mendapatkan hiburan (lebih tepatnya tantangan) meniti jembatan gantung yang membelah di atas sungai Ciliwung. Tidak sedikit peserta baik ikhwan maupun akhwat yang jejeritan, karena jembatan bergoyang-goyang setiap dilewati. Puas melewati jembatan goyang (kami menyebutnya seperti itu) peserta rehat sejenak di Lapangan Sempur. Perjalanan selanjutnya menempuh jalur menanjak di kawasan Jalan Pangrango. Rombongan berjalan dengan tertib dan gembira sambil sekali-kali melompat untuk menarik akar gantung pohon Beringin yang meneduhi kawasan Pangrango. “Dulu pas kecil ana suka melakukan hal ini pak. Tapi pernah malam-malam pas main dengan teman-teman, kita narik-narik akar ternyata yang tertarik malah rambut.”, kisah pak Alif TU tentang masa kecilnya. Ngomong-ngomong kira-kira rambut siapa? Hehehe sudah tidak usah diteruskan, takut terbawa mimpi. Lanjut perjalanan berikutnya adalah setelah melewati kawasan RRI serta Rumah Dinas Walikota Bogor, peserta menyeberangi jalan Pajajaran dan berjalan sepanjang mulai dari Lippo Plaza hingga kampus IPB. Berikutnya adalah melewati underpass Pajajaran dan rehat sejenak di trotoar Kebun Raya Bogor yang lapang. Maka perjalanan pun berlanjut dengan menyusuri pedestrian KRB dengan rute balik, kembali ke kawasan Sempur, melewati depan Istana, hingga depan Kantor Pos Besar Bogor. Dan meskipun melewatinya dengan ceria, namun fisik yang mulai melemah tak bisa disembunyikan. Beberapa peserta mulai bertanya, “Kurang berapa kilometer lagi pak?” atau “Setelah ini kita kemana lagi pak?”. Rasa letih dan lunglai mulai terasa, peserta mendapatkan sedikit hiburan bisa bercengkerama dengan rusa-rusa jinak penghuni Istana Bogor. Setelah rehat sholat Ashar di kawasan Paledang, peserta kemudian menyusuri kawasan Paledang hingga ke Panaragan. Sore hari yang berbarengan dengan aneka perlombaan yang diadakan di kampung-kampung untuk memperingati Hari Kemerdekaan membuat rombongan yang berjumlah ratusan orang menjadi perhatian warga sekitar. Tak sedikit warga bertanya kepada peserta dan tidak sedikit warga yang memberikan acungan jempol ketika rombongan melintas dengan penuh semangat, disiplin serta sopan santun terhadap warga sekitar. Pada akhirnya Tanjakan Sarijan menjadi tantangan terakhir yang harus ditaklukkan. “Kenapa melambat nak??”, tanya saya kepada beberapa peserta akhwat yang sedikit melambatkan tempo jalannya. “Capek pak..” “Capek apa takut sama orang gila?” “Iya pak, takut sama orang gila.”, rupanya di depan mereka ada orang gila yang sedang berjalan sehingga mereka takut untuk mendahului. Tanjakan Sarijan dan penghuninya (orang gila tadi 😁😁) berhasil mereka lewati, selanjutnya mereka memasuki Gang Masjid Al-Huda yang berada di kawasan Gunung Batu. Gunung Batu? Ya, Gunung Batu, kampung tempat SIT Insantama berada. Tapi kok tidak sampai-sampai? Ya, karena harus menyusuri kawasan Gang Ledeng hingga Hegarmanah I. Dan di sana di ujung Hegarmanah IV, kakak kelas, ibu-ibu FOSIS, serta bapak Kepala Sekolah SMPIT Insantama yang tercinta menyambut rombongan pertama yang memasuki gerbang SIT Insantama. Akhirnya luruh juga seluruh rangkaian rantai gajah dari diri kami. Bunga mawar bunga melati Ayah-Bunda LDK II telah kami lewati #SalamEphribadeMuph Fajar212