Kontak Kami

Lapas dan Mainan Ular Tangga

Gagasan selalu datang dari mana saja. Seperti halnya yang dialami oleh keempat siswa-siswi SMAIT Insantama yang mendapatkan ide untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKIR) dari Lapas dan mainan ular tangga. Sebut saja Mahardeva Arief dan Zakky Muhammad Noor sebagai perwakilan dari kelas XII ikhwan yang mengambil judul Aku Pulang: Potret Adaptasi Mantan Terpidana Remaja (Studi Kasus Mantan Terpidana Remaja dari Lapas Paledang Kota Bogor); Andrini Esha Rahmadanty dan Salma Khairunnisa sebagai perwakilan dari kelas XII akhwat yang mengambil judul Utage (Ular Tangga Geopark) : Media Optimasi Sosialisasi Geopark di Indonesia sebagai Sarana Edukasi Fenomena Geologi dan Tujuan Pariwisata.

Siswa-siswi yang yang tercatat sebagai finalis LKIR tertanggal 18 Agustus 2015 ini mendapatkan gagasan dalam bidang yang berbeda. Kelompok ikhwan menggarap bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemasyarakatan, sedangkan kelompok akhwat menggarap bidang Ilmu Kebumian dan Maritim. “Awalnya kita punya beberapa ide, yaitu kenakalan remaja, Pancasila, dan moral. Karena bingung mana yang akan kita tetapkan, akhirnya kita berunding dan minta saran dari pembina sekolah. Pembina sekolah menyarankan agar temanya digabung, akhirnya kita mendapatkan ide tentang ini,” papar Deva sapaan akrab Mahardeva Arief saat ditanya terkait alasan memilih judul tersebut. Selain itu, menurut Zakky, IPS itu komunikasi. Tanpa komunikasi tidak mungkin kita bisa mengubah paradigma dunia yang menurutnya jauh dari paradigma Islam.

Lain halnya dengan Andrini Esha dan Salma, mereka lebih memilih bidang kebumian karena mereka prihatin dengan kondisi geopark saat ini yang jauh dari kata terawat. Bermula dari obrolan ayahnya Salma yang bercerita tentang kurang tereksplorasinya tempat pariwisata geologi. Padahal, sudah masuk Ikatan Taman Bumi Internasional. Pemerintah pun kurang menyosialisasikan geopark sebagai tempat pariwisata dan sarana edukasi. Akhirnya, tercetuslah ide tentang geopark.

Cara kerja ide yang dicetuskan oleh para finalis LKIR ini begitu sederhana. Misal, Mahardeva Arief dan Zakky Muhammad Noor cukup dengan menawarkan solusi bagi mantan narapidana yang masih kebingungan setelah keluar dari Lapas Paledang. Yakni, memberikan pembinaan berupa keterampilan, pembinaan kesehatan, dan rohani. Pembinaan yang dilakukan bertujuan supaya narapidana maupun mantan narapidana mudah untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat dan bisa hidup normal kembali, seperti sedia kala.

Sama halnya seperti Mahardeva Arief dan Zakky Mohammad Noor, Andrini Esha dan Salma Khairunnisa pun melakukan cara kerja yang begitu sederhana dan praktis dari ide yang digagasnya, yakni dengan teknik learning by plaing. Teknik ini hanya cukup dengan sosialisasi dan praktik. Sosialisasi yang dimaksud tentu berbeda dengan seminar pada umumnya, melainkan lebih ke pemahaman kepada masing-masing responden dan “memaksa” responden harus aktif terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, alat peraganya pun begitu praktis, mudah, dan bisa digunakan di manapun perupa papan permainan yang berisi lokasi-lokasi geopark yang cara memainkannya persis dengan cara memainkan permainan ular tangga.

Ketika ditanya, mengapa mengambil bidang maritim dan kebumian, dengan lugas Dinda Esha, sapaan akrab Andrini Esha. “Karena mayoritas mengambil IPA, jadi kita nekat mengambil maritim dan kebumian.” Selain itu, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap keindahan Indonesia. Sehingga dengan pengambilan ide ini semoga bisa menjadi langkah awal menyosialisasikan geopark ke seluruh Indonesia.

Tercatat 53 finalis yang masuk LKIR. Dari Insantama yang mengikuti LKIR hanya ada dua finalis dan dua finalis tersebut yang juga berada di deratan 53 finalis tersebut. Pengumuman kejuaraan diumumkan pada tanggal 28 Agustus 2015. Namun, kali ini finalis LKIR dari Insantama belum bisa mengikuti ke babak selanjutnya. Namun menurut kami, lolos menjadi 53  finalis dari 1400 proposal yang masuk ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan prestasi yang cukup membanggakan. Bravo Anak-Anak![]