Kontak Kami

Kisah Kejujuran “Pedagang” Andra

Ada satu kisah istimewa yang terjadi di Insantama Market Day (IMD) kali ini, sebagaimana dituturkan Ibu Evi, salah satu orang tua SDIT Insantama.  Kisah ini tentang seorang anak bernama Andra, siswa kelas 3B. Ia terlihat menangis di koridor depan. Ketika ditanya, ternyata ia menangis karena lupa mengembalikan uang kembalian Rp 500,- kepada seorang ibu yang membeli makanan di stand jualannya.

Andra pun terus mencari-cari ibu tersebut sambil bertanya kesana-kemari. Berharap masih bertemu dengan ibut tersebut. Namun sayang, ia tidak bertemu dengan orang tersebut. “kayanya mungkin orangnya juga sudah lupa” ujar Bu Evi. Maka sejadi-jadinya Andra menangis karena takut berdosa lupa mengembalikan uang.

Bagi Ummi Libby, salah satu orang tua yang ikut acara ini pun takjub. “Acara ini bagus dalam mengajarkan kejujuran, sampai-sampai anak pun sudah takut berdosa. Ini berarti nilai-nilai yang selama ini diajarkan tentang berdagang yang jujur sudah dapat dipahami dan teraplikasi sangat baik oleh anak-anak”, begitu tuturnya.

Begitu pula Ibu Ela Ummi Farah yang ikut menyaksikan kejadian ini berkomentar “Saya mendengar langsung Ananda Andra menangis karena ingin mengembalikan uang sekedar Rp. 500,-. Ananda Andra berkata sambil menangis “Ana tidak mau masuk neraka karena 500 rupiah.”

Ibu Rizka yang mendengar kisahnya pun berdecak kagum, “Subhanallah, rasanya ingin ikut menangis mendengar keetulusan hati Ananda”. Alhamdulillah pesan kejujuran sudan bisa sampai ke anak, sebagai cara mencontoh cara dagang Rasulullah saw. [RNF]