KEGIATAN QURBAN 1439H UNIT SD

95
Ternyata sulit juga yaa menguliti hewan qurban..

Allahu akbar 3X… Laa ilaa hailallahu Allahu akbar, Allahu akbar walillahilhamd…

Kumandang lantunan takbiran membahana, menyusup ke setiap celah ruang di halaman tengah dan halaman depan kelas I, mengawali pelaksanaan prosesi kegiatan pemotongan hewan qurban di unit SD. Hari ini, Kamis, tanggal 23 Agustus 2018 bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 1439 H, secara umum SIT Insantama menyelenggarakan kegiatan pemotongan hewan qurban. Tema yang diangkat adalah Qurban Untuk Pendidikan. Qurban yang dilaksanakan merupakan media pembelajaran bagi para siswa dengan menitikberatkan pada pemahaman keutamaan pengorbanan dan peduli kepada sesama…

Menurut Pak Ari Susanto, selaku Wakasek Kesiswaan SDIT Insantama, ada yang berbeda pelaksanaan pemotongan hewan qurban tahun ini. “Insya Allah tahun ini para siswa, utamanya kelas tinggi, akan dilibatkan secara langsung menjadi panitia. Mereka akan dilibatkan dalam prosesi pemotongan hewan qurban,” jelas Pak Ari menggambarkan perbedaan yang dimaksud. Hal ini didasarkan pada hasil evaluasi penyelenggaraan tahun lalu di mana para siswa hanya menjadi penonton saja dan hal ini tentu akan mengurangi makna pembelajaran dalam kegiatan pemotongan hewan qurban tersebut…

Semua siswa ikhwan diminta berkumpul di halaman depan kelas I dan siswa akhwat di lapangan tengah. Di masing-masing tempat ini, para siswa diberi pengetahuan dan pemahaman seputar fiqih pemotongan hewan qurban. Hal-hal yang disampaikan ke para siswa diantaranya penjelasan tentang syarat-syarat hewan qurban, peralatan yang diperlukan, teknik penanganan hewan qurban sebelum disembelih, teknik penyembelihan hewan qurban, dan juga penanganan pasca penyembelihan, seperti pengulitan, pemotongan, penanganan bagian jerohan hewan, hingga penimbangan sebelum kemudian didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya sekedar penjelasan saja, para guru juga memberikan praktik secara langsung sehingga para siswa benar-benar melihat secara langsung. Tidak hanya melihat saja, para siswa juga diminta untuk mencoba secara langsung, bagaimana cara menguliti, memotong, dan bahkan menimbang dan membungkus.

“Ana merasa senang karena ana bisa langsung merasakan bagaimana cara memotong hewan qurban. Ternyata melelahkan juga dan tidak gampang motongnya…, ” ungkap ananda Ghaitsa Rajwa Putra Suhardiman, siswa kelas V C. Agha, demikian nama panggilannya, terlihat semangat telah berperan menjadi panitia dalam penyelenggaraan pemotongan hewan qurban. Tidak hanya ananda Agha, para siswa lainnya pun merasakan hal yang sama, saat diberi kesempatan menjadi bagian dari panitia kegiatan pemotongan hewan qurban tahun ini. Semoga tujuan utama pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan qurban tahun ini benar2 mampu diwujudkan, sehingga para siswa dapat mengambil hikmah dan pembelajarannya, sebagaimana tema yang diangkat, Qurban Untuk Pendidikan… (NH. Tono)