“Mahlan mahlan ya shohyun, Jundul aqsho qoodimuun” (pelan-pelanlah kalian wahai Yahudi, tentara Al-Aqsho segera hadir) pekikan yel-yel dari ratusan siswa SMP dan SMA Insantama menggema di Masjid Pendidikan Insantama (MPI) siang ini (07/08). Mereka menghadiri acara yang bertajuk “Kurban di Bumi Para Nabi Palestina dan Suriah”

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, salah seorang Imam asal Gaza, Syaikh Barokat J.J. Alsemeiri. Bersama rombongan dari NGO Aman Palestina, mereka disambut cukup meriah oleh puluhan siswa SMP dan SMA.

Di awal ceramahnya, Syaikh Barokat menegaskan bahwa permasalahan bangsa Palestina bukanlah sebatas permasalahan bangsa Palestina saja, akan tetapi juga masalah kaum muslimin di seluruh dunia. “Ketika Palestina diserang, dihinakan berarti itu adalah penghinaan terhadap kaum muslimin di secara keseluruhan” tegas beliau.

Beliau menambahkan juga bahwa kenapa kaum muslimin harus peduli dengan Palestina, karena di Palestina ada Masjid Al-Aqsho sebagai salah satu tempat yang suci di antara 3 mesjid (selain masjid al-Harom, dan masjid Nabawi). “Mesjid Al-Aqsho bahkan disebutkan dalam QS. Al-Isro ayat 1”. Terang Syaikh Barokat.

Selanjutnya Syaikh Barokat menyampaikan juga, walaupun penduduk Palestina saat ini diembargo oleh Israel dari berbagai hal berupa makanan, listrik, air dan obat-obatan. Namun dalam kondisi seperti itu masih bisa lahir 10.000 penghafal Al-Quran tiap tahunnya.

Ditemui disela-sela acara, Rizal, sebagai koordinator lapangan “Aman Palestina”, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka menggalang dana untuk hewan kurban yang akan disalurkan bagi kaum muslimin di Palestina. NGO yang terbentuk sejak satu tahun lalu itu juga menggalang dana untuk pembangunan mesjid Syeikh Ijlin (di kota Gaza), serta mengajak masyarakat untuk menjadi orang tua asuh dengan memberikan santunan kepada ribuan anak yatim Palestina.
Dalam program kali ini, Insantama menjadi sekolah pertama yang dikunjungi oleh NGO ini. Masih menurut Rizal, Insantama adalah sekolah yang bertauhid. “Sekolah yang bertauhid , yang memiliki sejumlah murid-murid yang luar biasa kedisiplinan dalam hal syariat. Dan sekolah yang akan menjadi barometer pencetak murid murid berkualitas”. Terang Rizal.

Kunjungan ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi Insantama. “Terkait dengan kunjungan ini, Ada 2 hal, pertama kita patut bersyukur karena mendapatkan kunjungan tamu dari Palestina. Kedua, sebagai media pembelajaran bagi civitas akademika”. Kata Ust. Mashudi, sebagai salah satu pengurus Yayasan SIT Insantama yang juga pengurus harian MPI.

Di akhir ceramahnya, Asy-Syaikh yang dilahirkan 26 tahun lalu di Gaza itu menegaskan 3 hal yang perlu dilakukan oleh kaum muslimin secara umum. Pertama, hendaklah kaum muslimin menghadirkan niat untuk berjihad di jalan Allah. “dengan niat jihad yang benar, maka seseorang akan dicatat sebagai seorang syuhada sekalipun dia meninggal di atas tempat tidurnya” jelas Syaikh Barokat setelah menyitir salah satu hadist nabi.

Kedua, Do’a, Syaikh Barokat menjelaskan, “Satu-satunya yang tidak bisa dirampas dari kaum muslimin tidak lain adalah doa”. Dan yang ketiga, Jihad dengan harta. Setelah menyitir salah satu ayat dalam Al-Quran, ….wa tujaahiduuna fii sabilillah bi amwaalikum wa anfusikum…(QS. Ash-Shof:11) Syaikh Barokat menjelaskan, bahwa Allah menempatkan kata jihad dengan harta sebelum jihad dengan jiwa. “karena tidak semua orang bisa berjihad dengan jiwa, namun semua orang bisa berjihad dengan hartanya.” Terang beliau.

Tim Aman Palestina kemudian melanjutkan kunjungan berikutnya ke sekolah-sekolah lainnya di Bogor. Tim menitipkan beberapa tabung kencleng Palestina di Insantama untuk memudahkan siapapun, khususnya civitas akademika, untuk menyalurkan sumbangannya bagi sodara kaum muslimin di Palestina. Nantinya, tabung-tabung ini akan dikumpulkan kembali sebelum tanggal 14 di bulan Agustus ini. (kur)