Kontak Kami

H-1 Pesantren Wisuda SMPIT Insantama: Memahami Langkah Kehidupan dalam Lebatnya Hutan

H-1 Pesantren Wisuda
SMPIT Insantama

‘Memahami Langkah Kehidupan dalam Lebatnya Hutan’

Sekumpulan siswa berseragam jaket angkatan mulai memenuhi Stasiun Paledang (7/5) di pagi hari. Seragam dan kerapihan siswa menarik perhatian salah seorang penumpang. “Dari sekolah mana ini?” Tanya Bpk Jarot penumpang paruh baya. Penjelasan salah satu guru kepada Bpk Jarot membuat beliau tertegun dengan program-program yang telah dilewati oleh ananda. Tepat pukul 07.52 wib, kereta yang menghantarkan ananda dalam 2 gerbong berangkat menuju Stasiun Karang Tengah sukabumi. Sesampainya di Stasiun Karang Tengah, ananda melakukan perapihan logistik dan foto bersama. Terik matahari makin menantang ananda untuk berjalan menuju Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Selesai shalat dhuha, ananda berjalan mendaki menyusuri hutan. Sambil mengenang, ananda syawali berkomentar “acara insantama musti berjalan”. Berjalan seakan menjadi mendarah daging bagi ananda. Pendakian gunung walat menjadi pembelajaran penting bagi ananda ketika menghadapi tantangan hidup. Jalan berbatu dan menanjak bisa diartikan ada masa kehidupan begitu sulit dan sangat melelahkan. Godaan untuk berhenti menapaki jalan seringkali terjadi. Ananda Manda merasakan beratnya jalan ini. “Sudah ga kuat, kaki bergetar”, keluh manda. Namun, tantangan harus dihadapi, teman dan guru menyemangati beserta tip agar sampai tujuan. Pelan tapi pasti, hamparan datar dan turunan didampingi rimbun dan kesejukan hutan menjawab dibalik kesulitan terdapat kemudahan. Selesai ishoma, pembukaan kegiatan Kepsek SMPIT Insantama Bpk hasan berpesan, “Jadilah walad yang sholeh jangan sampai kualat”. Sore hari tim fosis turut menasehati ananda, “tetap semangat menuju syurga”, ujar kepala FOSIS SMP Bpk Abdal Hakim. Tak kalah serunya, bada isya mulai acara itu talk show, perwakilan alumni melalui Ikatan Alumni Insantama (IKATAMA) menuturkan pengalaman hingga trik menghadapi pengaruh buruk dari luar. Kak Bagus (mahasiswa ITB) dan kak Hasby (mahasiswa UI) angkatan 5 SMPIT Insantama mengingatkan pentingnya membuat mimpi besar dan tidak menyianyiakan waktu semasa SMA. Sementara kak Hafiz (STEI Tazkia) angkatan 4 menekankan untuk menjadi muslim sejati. Sementara kak Nasrul (UIN Yogyakarta) ketua IKATAMA melaunching angkatan NEUTRON sebagai alumni muda insantama. Kegiatan hari pertama pun ditutup dengan shalat witir 3 rakaat. #Lanjutkanperjuangan