Catatan Pendidik: Unbeatable Records

56

Alhamdulillah, hingga pertengahan tahun 2015 ini, SIT Insantama telah berkembang ke 11 kota, yakni Serang, Banjar Patroman, Banjarbaru – Kalsel, Bekasi, Makassar, Cilegon, Lampung, Leuwiliang – Bogor, Kendari, dan dua cabang SIT Insantama terbaru yang berdiri tahun 2015 ini yaitu Malang dan Ternate. Dan untuk meningkatkan kinerja (performance) SIT Cabang, pada akhir bulan Agustus lalu telah diselenggarakan Silaknas (Silaturahmi Kerja Nasional) SIT Insantama yang diikuti oleh seluruh 11 Cabang Insantama  se-Indonesia tersebut.

Sama seperti di Pusat, SIT Cabang seluruh Indonesia itu juga berdiri dengan bekal utama semangat atau motivasi tinggi untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan dasar dan menengah yang bermutu tinggi dan unggul di Indonesia. Semua berdiri praktis dengan modal seadanya, yang digerakkan oleh orang-orang yang secara finansial malah boleh dibilang hidup pas-pasan. Tapi dengan semangat luar biasa itu, semua SIT Cabang tumbuh, meski ada yang tumbuh secara cepat, dan ada pula yang tumbuh lambat. SIT Cabang Serang misalnya, sebagai SIT Cabang yang pertama berdiri, termasuk tumbuh yang cepat. Sekarang sudah mempunyai lahan dan gedung sendiri. Siswanya kurang lebih 300 orang. Bahkan sudah meluluskan, dan sekarang sedang bersiap untuk mendirikan SMPIT.

Sementara SIT Cabang Makassar, oleh karena berbagai sebab, termasuk yang lambat berkembang. Tapi cabang ini mencetak sejarah yang sangat mengesankan. Bila SIT Cabang yang lain memulai operasinya dengan jumlah siswa mencapai belasan, SIT Cabang Makassar memulai dengan 1 orang.  Sebenarnya, semula ada 2 siswa, tapi  kemudian 1 mengundurkan diri. Dan dengan semangat yang luar biasa tadi, satu siswa ini terus dididik hingga di ujung kelas 6, ia mendapat tambahan teman menjadi 6 siswa. Sekarang siswa bernama Iffah ini telah lulus, dan kini  melanjutkan sekolahnya di SMPIT Insantama Pusat di Bogor.

Inilah rekor yang tak akan bisa dikalahkan (unbeatable record), karena adakah bilangan yang lebih kecil dari 1?[]