Catatan LKMA Hari ke Nol

22

‘Sebentar lagi kalian akan memulai LKMA ke negara yg sudah kalian mimpikan sejak kelas 10 lalu dan kalian upayakan sendiri. Semua ini tidak lain kami persiapkan sedemikian rupa untuk membuat kalian benar-benar menjadi pemimpin umat masa depan. Karena itu, fokuslah dan tetap istiqomah dalam ketaatan pada hukum syara. Ambil sebanyak mungkin pelajaran, terlebih kalian akan mendatangi Belanda negara kecil yg pernah menjajah kita dan Jerman negara kuat di eropa. Moga kalian semua sehat, sabar, kompak dan khusyu, perjalanan lancar dan penuh berkah hingga kembali ke sekolah tercinta.
Ayahanda Ustadz Ismail Yusanto

Bismillah. Tiada daya dan upaya melainkan hanya dari Allah Swt. Ini sangat kami sadari sejak awal. Sebuah perjalanan mewujudkan mimpi besar yg selalu bertaut dengan Allah Swt.

Selepas wejangan dari ayahanda Ketua Yayasan kami, Bpk. Ismail Yusanto sesaat setelah sholat Jama Takdim Dhuhur Ashar berjamaah yg dipungkasi dg doa bersama, kami pun bergerak menuju Masjid Nurul, tempat dimana dua Bis Hiba Utama dukungan dari Indofood telah menanti kami.
Tentu dengan berjalan kaki khas Insantama. Rintikan hujan gerimis mengiringi kami. Rahmat Allah swt membentang di hadapan kami. Insya Allah.

Persis di depan pintu tol Jagorawi, kami disambut spanduk raksasa, ucapan ‘Selamat Berjuang Delegasi LKMA 2016’. Sungguh menggetarkan hati kami. Allahu Akbar !!! Kami teringat kembali pesan kuat dari Bp Suherman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bogor yg menyengaja menyempatkan diri melepas kami di halam sekolah, ‘Kalian adalah Calon Pemimpin Masa Depan!!!’  Semangat yg menyertai membuat tidak terasa 3.5 jam kemudian akhirnya kami sampai di Bandara.

Pihak Turkish Airlines mengelola semua bagasi kami dengan cepat. Tim Pak Salim pun sigap membantu kami. Semua dimudahkan. Kami pun masih mendapat kejutan, setiap kami mendapat international student card. Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. Sesaat sebelum masuk, kami masih diperkenankan pembina untuk berfoto bersama dg seluruh orang tua yang mengantarkan kami. Semangat makin membara, kami harus bisa mewujudkan pesan yg sudah disampaikan oleh orang tua, yayasan, para tokoh pada kami. Fokus, sabar, kompak dan khusyu… insya Allah.

Alhamdulillah… tepat pukul 20.30 Turkish airlines terbang membawa kami menjemput salah satu mimpi besar yg sdh kami bangun 3 th lalu. Launches to Netherland n Germany, bi idznillah. Maha Besar Allah yg pertolonganNya selalu kami rasakan dari awal merencanakan hingga merealisasikannya.

Sungguh ini LKMA paling mahal sepanjang sejarah perhelatan LKMA digelar di Insantama. Bolehlah kami sebut LKMA 1 Milyar! Tepatnya sih 900 jt IDR … hehehe. Hampir-hampir tdk mungkin rasanya, tapi kami sangat merasakan betapa nashrullah itu dekat dan hadir di saat kami diterpa segala tantangan, hambatan dkk… sepertinya, Allah swt jg selalu menegur halus kami, ketika ada diantara kami yg melakukan kemaksiatan agar kami segera kembali ke jalur yg benar. Yap, bagi kami pelanggaran terhadap akad, kedisiplinan, ketaatan pada amir adalah kemaksiatan. Masya Allah.

12 jam di udara sungguh pengalaman baru yg luar biasa bagi kami. Taqorrub ilallah tak boleh lepas dari kami. Tak Boleh!

Transit di Istambul pun menanti kami untuk lanjutkan perjalanan menuju Schipool Amsterdam…

catatan kecil perjalanan bersejarah