Cas Cus Cis Belajar English ke Kampung Inggris

Mentari belum meninggi, tapi pemandangan di luar jendela kaca kereta api sudah dapat dinikmati. Deretan hijau persawahan, diselingi hiruk pikuk kota-kota dan pedesaan. Nun jauh di horizon terkadang nampak gunung-gemunung. Pagi nan tenang ketika halimun menyelimuti persawahan, desa, dan kota yang menjadi pertanda hadirnya musim hujan di Pulau Jawa bagian Tengah dan Timur.

Setelah semalaman melaju dengan kereta api menuju Kediri, peserta Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Akhir (LKMA) Kelas IX SMPIT Insantama yang telah qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an dan shalat Shubuh disambut suasana pagi di luar jendela kereta.

Pagi hari kereta api memasuki wilayah Jawa Timur dan satu per satu stasiun terlewati; Madiun, Caruban, Nganjuk, Baron, Kertosono, Jembatan Sungai Brantas, dan “Kepada para penumpang Kereta Api Brantas sebentar lagi kita akan  sampai di Stasiun Kediri, kami ucapkan selamat jalan dan selamat sampai tujuan dan kami ucapkan juga kepada rombongan SMPIT Insantama Bogor, kami selaku PT Kereta Api (persero) dan seluruh kru yang bertugas mengucapkan selamat melaksanakan kegiatan LKMA Neutron Goes to Pare agar dapat cas cus cis dalam berbahasa Inggris. Semoga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, selamat jalan dan selamat sampai tujuan.”, sambutan yang diberikan oleh kru kereta api sebelum rombongan menginjakkan kaki di Stasiun Kediri, 5 Januari 2018.

Begitu keluar dari Stasiun Kediri pada sekitar pukul 8.15, peserta LKMA bergegas rapi menuju bis yang telah menanti. Rombongan pun melanjutkan perjalanan dari Stasiun Kediri menuju Kampung Inggris dengan menggunakan 2 bis besar dan 2 bis kecil. Alhamdulillah perjalanan lancar. Peserta LKMA disuguhi keasrian Kabupaten Kediri, dan lalu lintas yang cukup sepi, berbeda dengan di Kota Bogor.

Pukul 9.40 rombongan sampai di basecamp dan langsung disambut hangat oleh tim dari CLIent, lembaga yang akan membina peserta LKMA selama dua pekan ke depan. Mereka sangat sigap menuju kamar yang telah ditentukan, merapikan barang bawaan, serta beristirahat sejenak. Karena bersamaan dengan Hari Jumat, peserta ikhwan melaksanakan shalat Jumat di aula basecamp dengan khatib dan imam adalah kakak alumni yang khusus datang jauh-jauh dari Jogja, Ustadz Fatih Nasrullah. Alumni SMAIT Insantama yang juga mahasiswa berprestasi UIN Yogya.

“Wake up, please!”, begitu kalimat yang pertama kali didengar peserta LKMA pada esok paginya. Memang tidak terdengar seperti biasanya, sebab mulai hari ini tidak boleh ada lagi yang berkomunikasi selain menggunakan bahasa Inggris! Begitulah, mereka akan mulai serius beradaptasi di dalam English area. Bagaimana jika ketahuan melanggar? You will get punishment! Itulah yang mereka sepakati saat technical meeting kemarin malam.

Sejak pukul 03.00 pagi mereka sudah shalat Tahajud, bahkan sebagian besar sudah mandi dan siap mengawali pelajaran hari ini. Para pembimbing berkeliling memastikan di setiap kamar dan menggiringnya menuju aula tempat shalat biasanya, khusus ikhwan disebut London Room, berbeda dengan akhwat yang melaksanakan sholat berjamaahnya di Constantinople Room. Terlihat shaf sudah berjejer tanda bersiap shalat Tahajjud dan Shubuh berjamaah. Mulai dari muadzin, imam, dan pemimpin baca Al-Qur’an bergiliran ditugaskan kepada peserta LKMA.

Pukul 05.30 para siswa berseragam pramuka sudah bersiap di kelasnya masing-masing, berbekal buku dan kamus mereka terlihat sudah menyiapkan bahan untuk tugas pertama. Ya, setiap pagi ada jadwal “You Speak”, yakni setiap siswa diminta menceritakan isi video yang sudah diputarkan kemarin malam. Mereka dibimbing bagaimana cara mengamalkan kaidah bahasa Inggris dengan baik, seperti part of speech, verbal and nonverbal, diction, dll.

Kelas ini berlangsung selama 2 jam ditemani tutor dari pihak CLIent Pare. Puas dengan morning class, peserta LKMA lalu shalat Dhuha terlebih dahulu sebelum menikmati breakfast yang telah menanti di meja makan. Barisan lurus tampak panjang antrian mengambil makanan. Terdengar banyak anak mengisi waktu gilirannya sambil mengobrol menggunakan bahasa Inggris. It’s works!

Selepas makan dan istirahat, ananda sudah ditunggu daily program selanjutnya, fast grammar point dan speaking for grammar. Pukul 08.30 para murid harus sudah bersiap di kelasnya yang awal. Masing-masing diminta maju interview tentang dirinya menggunakan bahasa Inggris. Selain itu dijelaskan oleh tutor bagaimana memahami bentuk dan jenis kata dalam bahasa Inggris. Mudahnya masing-masing mendapatkan modul sebagai penjelasan tambahan. Model pembelajaran di kampung inggris memang berbeda dengan model pembelajaran di tempat lainnya.

Siang hari pun tiba, langkah terbaik mengisi siang adalah dengan istirahat. Tentu setelah shalat berjamaah dan makan siang sebelumnya. Waktu istirahat cukup panjang, we have to sleep until 2.30 PM so we can be ready for our next class. Yeah.!

Waktu menunjukkan pukul setengah empat sore, para murid bertebaran keluar dari kamarnya menuju kelasnya masing-masing. Buku, modul dan kamus tak luput dari barang bawaan mereka setiap masuk kelas. Dengan begitu sigap mereka siap menerima materi writing for grammar kali ini. Banyak hal baru yang mereka dapatkan dalam kelas ini, salah satunya kesalahan menulis yang biasa muncul saat siswa membuat kalimat. Betul, ini ilmu yang penting bagi ujian nasional nanti, karenanya tidak akan mereka lewatkan.

Matahari terlihat mulai tenggelam, waktu menunjukkan pukul 18.00 saatnya mereka bersiap melaksanakan shalat berjamaah dan makan malam. Ini bukanlah akhir dari pembelajaran hari ini, masih ada tonight class yang menunggu setelah makan malam. Kali ini kelas berbeda, sebab kelas disatukan untuk jadwal listening. Para tutor menyebutnya “video attack” yakni disuguhkan sebuah video dan murid diminta melengkapi transkrip video yang ada di modul. Cukup menantang bukan?

Selepas kelas terakhir, mereka masih dikumpulkan dalam sebuah sidang akbar, mereka sebut sebagai “Mahkamah Bahasa”. Di sini akan disebutkan siapa saja yang pernah melanggar dan bentuk pelanggarannya. Semakin lama pembelajaran, akan semakin menantang, pepatah mengatakan, “Don’t worry be happy”. Spesial untuk malam ini,  agenda  kita akhiri dengan mini seminar motivasi Talk Show  bersama para alumni yang tak lain adalah juga pendamping Insantama Muda. Berjejer di depan ada Kak Nazhif (UI), Kak Nasrul (UIN Jogja) dan Kak Afif (UIN Bandung). Acara ini diarahkan kepada motivasi belajar siswa agar siap menghadapi Ujian Nasional. Mereka berbagi pengalaman dan inspirasi supaya peserta LKMA semakin sadar pentingnya persiapan dan langkah-langkah menghadapi UN.[]